Volkswagen & Peugeot Catatkan Pertumbuhan Positif di Indonesia

Volkswagen & Peugeot Catatkan Pertumbuhan Positif di Indonesia

Shared by Autonetmagz.com for IIMS

AutonetMagz.com – Pandemi COVID-19 masih belum beranjak dari muka bumi ini, termasuk dari Negeri kita tercinta. Dan kehadiran pandemi telah berhasil memukul telak industri otomotif dalam negeri. Ini terbukti dengan banyaknya angka minus saat kami mengakses data GAIKINDO, baik wholesales, retail, hingga produksi dan ekspor. Namun, kami melihat ada sebuah data yang menarik, dimana ada 2 merk yang tidak mencatatkan angka minus.

Dalam data milik GAIKINDO, kami melihat tabel penjualan wholesales dari Peugeot dan juga Volkswagen. Dan kami cukup tertarik karena angkanya tidak minus malah surplus. Volkswagen Indonesia pada tahun ini (Januari hingga Agustus 2020) telah berhasil menjual 390 unit kendaraan secara wholesales. Angka tersebut naik 85,7% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang hanya ada di angka 210 unit saja. Sedangkan secara retail, Volkswagen berhasil membuat 390 unit mobil berpindah tangan ke konsumen. Itu artinya, angka wholesales dan retail milik pabrikan asal Jerman ini sama, pun begitu dengan persentase peningkatannya dibandingkan tahun lalu.

Nah, geser sedikit ke pabrikan asal Perancis, yaitu Peugeot. Peugeot juga mencatatkan angka penjualan yang positif di Indonesia. Pada periode 8 bulan pertama 2020 ini Peugeot mampu membukukan wholesales sebanyak 163 unit dan retail dengan angka yang sama. Capaian angka tersebut membuat pertumbuhan wholesales dan retail Peugeot naik drastis sebesar 162,9% dibandingkan tahun lalu. Pertanyaannya, kok bisa? Bukankah Peugeot dan Volkswagen adalah dua produk dengan banderol mahal? Kok malah naik penjualannya? Tentunya ada beberapa faktor yang bisa berpengaruh. Pertama, COVID-19 memang sudah menghajar sektor ekonomi, namun nyatanya bagi mereka yang berkantong tebal, membeli mobil tetaplah bisa dilakukan.

Lalu, mengapa mereka membeli mobil? Bukankah pengeluaran berskala besar banyak dihindari? Benar, namun kita harus sadar bahwa publik masih butuh mobilisasi. Dengan resiko penularan COVID-19 di kendaraan umum jarak jauh seperti Pesawat dan Kereta Api, maka mereka yang berkantong tebal lebih memilih membeli mobil. Dan tentunya mobil tersebut adalah mobil yang nyaman bagi mereka. Itulah alasan yang paling sederhana mengapa penjualan mobil dengan banderol tinggi tetap bertahan atau malah naik. Dan tidak bisa dipungkiri, tol menjadi salah satu faktor kunci mengapa para pengguna pesawat / kereta api mau beralih ke mobil pribadi selama pandemi ini.

Sebenarnya, Peugeot dan VW bukan satu – satunya merk yang mencatatkan angka positif. Renault, Audi dan KIA juga memiliki angka pertumbuhan yang positif, hanya saja tak sebesar kedua merk tersebut. Jadi, bagaimana menurut kalian?

Original Article