Tesla Buka Peluang Gigafactory Kedua di Asia, Korsel atau Jepang?

Tesla Buka Peluang Gigafactory Kedua di Asia, Korsel atau Jepang?

Shared by Autonetmagz.com for IIMS

AutonetMagz.com – Keputusan Tesla beberapa tahun lalu untuk membuka Gigafactory di luar US, apalagi di China sempat mengejutkan publik. Walaupun begitu, seiring berjalannya waktu, Gigafactory di China pun akhirnya berdiri dan mulai memproduksi mobil Tesla untuk pasar China. Nah, setelah itu, Tesla juga mengembangkan sayap ke Berlin, Jerman dan segera juga ke Amerika Utara. Lantas, apakah mungkin Tesla membuat pabrik lain di Asia?

Bukan Musk kalau tidak selalu memberikan kejutan. Dan seperti biasa, kejutan ini selalu muncul dari cuitannya di Twitter. Beberapa waktu lalu, sebuah akun di twitter mempertanyakan mengenak ekspansi dari Tesla untuk pasar China. Dan secara spesifik, akun @Spaceguy_24 tersebut mempertanyakan apakah Tesla akan membuat Gigafactory lain di Asia namun diluar China. Nah, menariknya, Musk membalas cuitan tersebut dengan berkata, “Ya, tetapi untuk saat ini kami harus menyelesaikan Gigafactory Berlin dan Gigafactory US kedua yang akan melayani permintaan untuk kawasan timur dari Amerika Utara”. Jadi, jelas Tesla memiliki rencana ekspansi ke Asia diluar China.

Yeah, but first we need to finish Giga Berlin and a second US Giga to serve eastern half of North America

— Elon Musk (@elonmusk) July 5, 2020

Lantas kemana? Indonesia? Jangan terlalu banyak berharap dahulu, karena kita tahu betul bahwa ekosistem mobil listrik di Indonesia atau bahkan di Asia Tenggara masih belum terlalu terbentuk. Nah, potensi pasar mobil listrik masih ada di kawasan Asia Timur, dimana Korea Selatan dan Jepang adalah prospek pasar yang paling masuk akal. Masuknya Tesla ke salah satu dari kedua pasar otomotif tersebut bakal memberikan keuntungan tambahan bagi mereka, yaitu mereka bisa mendekati produsen baterai. Kita semua tahu bahwa produsen teknologi besar seperti Samsung dan Panasonic ada di dua negara ini, dan Tesla bisa saja mendekati salah satu dari keduanya.

FYI, Tesla sendiri memiliki sejarah bersama dengan Panasonic, baik yang menyenangkan maupun yang tidak. Salah satunya adalah suplai baterai Panasonic untuk Tesla Model 3. Nah, baru – baru ini, Tesla juga mencapai kata sepakat dengan Panasonic untuk menjadikan perusahaan asal Jepang tersebut sebagai supplier baterai Lithium-Ion untuk Gigafactory Nevada. Tesla sendiri memang cukup mengejutkan publik melalui beberapa produknya. Malahan, produk – produk lansiran Tesla selalui menuai banyak perhatian dari publik dunia. Tentunya kami berharap Tesla bis amakin mengembangkan bisnisnya di Asia, dan suatu hari kelak memiliki APM resmi di Indonesia.

Jadi, bagaimana menurut kalian?

Original Article