Sebelum Modifikasi Mobil, Pastikan Dahulu ke Pihak Asuransi Agar Klaim Tidak Gugur

Sebelum Modifikasi Mobil, Pastikan Dahulu ke Pihak Asuransi Agar Klaim Tidak Gugur

Shared by Drivenhype.com for IIMS

Bagi kendaraan yang dilengkapi asuransi, jangan sembarang dimodifikasi. Sebelum penambahan aksesori, konsultasikan dulu dengan pihak asuransi agar saat ada kalim tidak menjadi gugur.

Drive and Hype – Memasuki fase “new normal”, mungkin sebagian pemilik mobil ingin mengubah tampilan mobilnya agar lebih segar saat diajak kembali beraktivitas. Tak heran, si pemilik mobil akhirnya melakukan modifikasi mobil mereka dengan ubahan atau tambahan beberapa komponen aksesori pada mobilnya.

Namun bagi mobil berasuransi, jangan gegabah melakukan perubahan kendaraannya. Bagi pemilik yang melengkapi mobilnya dengan perlindungan asuransi, penambahan aksesori sekecil apapun pada mobil harus dikonsultasikan dulu dengan pihak asuransi karena tidak bisa dilakukan sembarangan.

Apabila mobil tersebut nantinya mengalami kerusakan akibat modifikasi yang belum dikonsultasikan dengan pihak asuransi, tidak menutup kemungkinan klaim akan ditolak.

Mengapa harus lapor ke pihak asuransi terlebih dahulu? Ini dilakukan agar pihak asuransi mengetahui lebih awal apakah penambahan aksesori pada mobil dapat meningkatkan profil risiko atau tidak saat pemakaian selanjutnya.

Walau hanya melakukan penambahan kecil seperti memasang kaca film sekalipun. Sehingga saat Anda hendak melakukan klaim asuransi, tidak ada masalah karena modifikasi yang Anda lakukan telah sesuai dengan semua data yang tercatat pihak asuransi.

Hal ini merujuk pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Pasal 8 tentang Perubahan Risiko ayat satu (1) dan dua (2), pemilik harus memberitahukan kepada Penanggung (pihak ke-3 atau asuransi) setiap keadaan yang memperbesar risiko yang dijamin. Dalam hal ini adalah modifikasi. Berikut bunyi pasal tersebut:

1. Tertanggung wajib memberitahukan kepada Penanggung setiap keadaan yang memperbesar risiko yang dijamin Polis, selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender apabila terjadi perubahan pada bagian dan atau penggunaan Kendaraan Bermotor.

2. Sehubungan dengan perubahan risiko pada ayat (1) di atas, Penanggung berhak :

2.1. menetapkan pertanggungan ini diteruskan dengan suku premi yang sudah ada atau dengan suku premi yang lebih tinggi, atau

2.2. menghentikan pertanggungan dengan pengembalian premi sebagaimana diatur pada Pasal 27 ayat (2).

Dari contoh pasal di atas, terlihat pentingnya melapor ke pihak asuransi jika hendak memodifikasi mobil Anda. Jangan lupa konsultasikan setiap perubahan kecil yang ingin dilakukan pada mobil Anda ke pihak asuransi agar ketika terjadi peristiwa tidak diinginkan, proses klaim kerusakan dapat dilakukan lebih mudah.

Original Article