Resmi, Honda Civic Sedan Menyerah di Pasar Jepang

Resmi, Honda Civic Sedan Menyerah di Pasar Jepang

Shared by Autonetmagz.com for IIMS

AutonetMagz.com – Honda Civic adalah salah satu mobil yang mendefinisikan citra merek Honda dan menuai sukses di banyak pasar. Hari ini, Honda Civic sudah mencapai generasi kesepuluh di mana ia debut pertama kali tahun 2015 dan punya 3 jenis bodi : Sedan, coupe dan hatchback. Untuk versi sedan, Honda harus mengakui bahwa Civic sedan di pasar Jepang tak lagi memiliki daya pikat kuat sehingga terpaksa pensiun dini dan pamit dari segmen sedan di Jepang.

Sebenarnya, hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Pasca Honda membuat Honda Civic generasi kedelapan berkode FD yang ramai peminatnya di sini, Honda memutuskan tak lagi merancang sedan di Jepang karena jumlah peminatnya mulai pindah selera ke mobil-mobil kecil. Setelah itu, Honda Civic FB dan FC adalah rancangan Honda Amerika. Meski versi sedan tak dijual lagi di Jepang, Civic hatchback dan Civic Type R tetap dijual secara CBU dari Inggris.

Menurut Automotive News, penjualan Honda Civic sedan di Jepang bisa dibilang cukup menyedihkan. Honda hanya berhasil menjual 1.619 Civic sedan di Jepang tahun 2019, sementara Honda N-Box bisa laku 250.000 unit di tahun yang sama. Memang sih, kei car macam Honda N-Box punya banyak kelebihan seperti keringanan pajak untuk kei car, produksi lokal Jepang sehingga bebas biaya impor dan masih banyak lagi. Kei car masih merajai pasar domestik Jepang alias JDM.

Pasar Jepang memang sangat memudahkan bagi mobil kecil macam kei car, khususnya di area yang padat seperti Tokyo karena ruang sangat terbatas. Biarpun di Amerika Honda Civic dikategorikan sebagai mobil yang kecil, di Jepang dan Indonesia Honda Civic tidak bisa dibilang kecil. Ini juga jadi indikator yang pas untuk melihat kalau mobil baru semakin hari semakin besar saja ukurannya.

Konsumen Jepang yang ditargetkan oleh Honda Civic sedan rata-rata malah lari ke Honda CR-V, sekali lagi kisah bahwa crossover dan SUV sangat memakan pasar sedan. Meski pasar sedan tidaklah sehangat dulu, jumlah pemain yang tersisa masih cukup memberi alasan para produsen untuk tetap bermain sedan, terlebih di segmen premium. Apa opinimu? Sampaikan di kolom komentar!

Original Article