Raka Putra Herza, Tidur Nyenyak Setelah Mendengarkan Suara Superbike

Raka Putra Herza, Tidur Nyenyak Setelah Mendengarkan Suara Superbike

Shared by Zonabikers.com for IIMS

Bagi Raka Putra Herza, ada sesuatu yang membuat tidurnya nyenyak yakni ketika sudah mendengarkan suara mesin motor atau mobil.

Mahasiwa Monash University, Melbourne Australia tingkat akhir ini sengaja sekolah jauh untuk mendapatkan pendidikan tentang mesin. Karenanya putra ketiga pasangan Suherli dan Cut Zainab ini mengambil jurusan Mechanical Engineering.

“Sejak kecil, mungkin saya sudah sering liat papa manasin motor atau mobilnya, sehingga suara mesin bagi saya sudah seperti nyanyian merdu,” jelas Bro Raka Putra Herza.

Penunggang Yamaha R6 di Asutralia dan CBR 600 Leyla Edistion ini lebih menyenangi supersport dan superbike ketimbang motor cruiser.

“Untuk saat ini saya lebih menyukai motor besar sport (supersport / superbike) dibandingkan motor sport lainnya. Ada sensasi kegagahan yang berbeda,” lelaki kelahiran Jakarta 1996 ini.

Masih menurut Bro Raka, kalau motor besar yang untuk touring itu sulit untuk digunakan harian, karena bobotnya sangat berat. Nah, kalau yang motor supersport kan tidak terlalu berat.

“Apapun motornya sebetulnya, jalanan di kota-kota besar di Indonesia, sangatlah tidak mendukung,” akunya.

Raka Putra Herza 2

Secara tegas Bro Raka jujur membedakan infrastruktur dan habit pengendara di Indonesia dengan negeri Kangguru itu.

“Di sana jalanannya memang sangat bagus, aspal yang digunakan pemerintah Australia membuat jalur sangat mulus. Namun hal itu didukung dengan kebiasaan berkendara para pengendaraanya yang bertanggung jawab,” tambah Bro Raka.

Masih menurutnya, pola kepatuhan pengendara di Australia terhadap regulasi lalu lintas sangat tinggi karena kesadaran penuh masyarakatnya. Walau kontrolnya tetap menggunakan cctv yang biasanya ada di setiap lampu merah dan jalan-jalan utama di sana.

“Indonesia tengah menerapkan hal ini, dan menurut saya itu langkah baik. Hanya saja, sebaiknya kontrol penjualan kendaraan bermotor juga semakin ditegaskan,” ujarnya.

Tak sebatas kota besar saja yang harus berbenah. Bro Raka juga sedikit miris melihat pengelolaan destinasi wisata yang ada di Indonesia. Memang bukan biaya kecil untuk bisa mengubah sesuatu hal, terlebih yang berkaitan dengan budaya. Namun jika yang diubah menjadi lebih baik dari sebelumnya mengapa tidak?

Indonesia memiliki lokasi wisata yang bahkan menjadi destinasi impian sebagian warga luar negeri, hanya saja sarana dan prasarana yang ada masih kurang mendukung. Semisal jalanan menuju destinasi wisatanya, hotel atau penginapan yang mendukung masih belum semuanya tertata.

Yang terpenting adalah, menghilangkan pungutan liar yang membuat wisatawan kapok untuk kembali berkunjung.

Di setiap tujuan wisata baik di Indonesia maupun di luar negeri, masih banyak oknum penjual nakal yang seenaknya menentukan harga jualannya. “Inilah yang harus lebih diperhatikan karena menyangkut citra dari wilayah tersebut,” ujar pria yang bercita-cita membuat sebuah racing development.

Yaa! Bro Raka tengah mempelajari mengenai cara kerja mesin. Fokusnya adalah bagaimana cara kerja mesin bisa lebih maksimal sehingga mampu menghasilkan kecepatan yang diinginkan tanpa harus melakukan banyak ubahan. Basyit

The post Raka Putra Herza, Tidur Nyenyak Setelah Mendengarkan Suara Superbike appeared first on Zonabikers.com.

Original Article