Produksi Awal Glory 560, DFSK Langsung Gunakan Komponen Lokal

[stm_post_title][stm_post_image][stm_post_info]

JAKARTA – Langkah DFSK memproduksi Glory 560 terbilang menjadi salah satu gebrakan di industri automotif nasional.

DFSK mengaku pada produksi awal Glory 560 pabriknya langsung menggunakan komponen lokal yang dinilai tak banyak dilakukan industri automotif lain. Pasalnya saat melakukan produksi mobil baru, banyak komponen yang digunakan banyak didatangkan dari negara prinsipil ataupun pabrik yang terdekat dari kawasan sebuah negara yang telah meluncurkan model terbaru.

“Untuk produksi Glory 560 yang kini sudah mulai diproduksi di pabrik DFSK yang berlokasi di Cikande, Serang Jawa Barat, kita langsung menggunakan komponen lokal yang diambil dari industri komponen asal Indonesia,” Kata Franz Wang, Managing Director PT Sokonindo Automobile of Sales Centre.

Langkah ini menurut Franz tak banyak dilakukan produsen mobil lain yang biasanya lebih banyak menggunakan komponen yang berasal dari luar Indonesia. Meski selanjutnya penyesuaian penggunaan komponen lokal dilakukan.

“DFSK juga memastikan bahwa perakitan DFSK Glory 560 di pabrik Indonesia menggunakan komponen lokal dan telah mematuhi peraturan penggunaan minimum komponen lokal yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami memastikan bahwa DFSK Glory 560 sesuai dengan selera masyarakat,” tambahnya.

Hadirnya komponen lokal di mobil ini tentu memiliki dampak positif pada harga kendaraan. Franz menegaskan bahwa pihaknya akan menjual kendaraan dengan harga mulai dari Rp 210 juta hingga Rp 270 juta. Harga tersebut terbilang cukup mirip dengan harga dari Toyota Rush dan Daihatsu Xenia, namun dengan fitur yang lebih lengkap.

Hadir di pameran automotif terbesar di Indonesia, saksikan penampilan perdana DFSK Glory 560 di Telkomsel Indonesia International Motor Show mulai 25 April hingga 5 Mei 2019 di Ji-Expo Kemayoran, Jakarta.

[stm_sidebar sidebar=”651″]