Produk Awal Peugeot Cepat Adopsi Roda Kemudi, Ini Cerita Sejarahnya

Produk Awal Peugeot Cepat Adopsi Roda Kemudi, Ini Cerita Sejarahnya

Shared by Drivenhype.com for IIMS

Lingkar atau roda kemudi yang awalnya hanya sekadar mengarahkan roda ke tujuan yang dikehendaki, kini berkembang menjadi bagian dari pusat kendali kendaraan dan menjadi komponen asistensi pengemudi.

Drive and Hype – Roda atau lingkar kemudi, yang juga akrab disebut setir, merupakan salah satu komponen vital kendaraan yang model dan fungsinya cepat mengikuti perkembangan sebuah kendaraan. Yang awalnya hanya bertugas mengarahkan atau membelokkan roda depan untuk menuju arah yang dikehendaki pengemudinya, kini roda kemudi terus berevolusi secara desain dan mengakomodasi berbagai pengaktifan fitur teknologi si kendaraan, semisal tombol klakson, kontrol audio, airbag, cruise control, dan sebagainya.

Roda kemudi sendiri pertama kali muncul pada 1894 di mobil Panhard berdaya 4 hp bikinan Alfred Vacheron yang mengikuti lomba balap Paris-Rouen. Pada zaman ini, umumnya mobil yang sudah dibuat masih menggunakan batang pengatur arah roda. Ajang balap Paris-Rouen, tidak hanya dikenal sebagai balap saja, namun juga ajang publikasi teknologi kendaraan yang diikuti lebih 100 mobil.

Kendati Panhard hanya menempati posisi keempat di ajang tersebut, namun Panhard mendapat publikasi luar biasa atas aplikasi dan inovasi roda kemudi tersebut yang selanjutnya tersebar luas. Pelan tapi pasti, penggunaan roda kemudi mulai menggantikan batang pengatur arah sebagai alat mengendalikan arah roda.

PEUGEOT Type 15 masih menggunakan handlebar

Melihat tren yang berkembang, Peugeot langsung meresponnya. Peugeot mulai menerapkan sistem roda kemudi pertama pada Peugeot Type 36 di tahun 1901. Sistem setir ini dilengkapi dua inovasi yaitu roda kemudi dan kap mesin yang merupakan hal dan komponen baru di masanya.

PEUGEOT Type 56 mengadopsi fungsi klakson pada roda kemudi

Berlanjut hingga akhirnya pada awal 1990, penggunaan airbag dan power steering pada roda kemudi semakin umum. Hal ini mengubah paradigma dari roda kemudi yang semula hanya memiliki fungsi untuk bermanuver kendaraan, menjadi lebih multifungsi.

Berbagai inovasi terhadap roda kemudi juga semakin marak dilakukan berbagai pabrikan kendaraan. Mulai perubahan bahan dasar, bahan pembungkus, bentuk, dan juga penyematan berbagai teknologi dan fungsi roda kemudi itu sendiri.

Peugeot_908 HDI FAP LeMans prototype 2008

Ajang perlombaan balap juga turut berperan penting dalam perkembangan inovasi bentuk dan fungsi roda kemudi. Contohnya seperti mobil balap Peugeot 908, di mana seluruh kontrol kendaraan disematkan pada sistem roda kemudinya. Yang akhirnya, inovasi ini diadopsi pada roda kemudi Peugeot harian terkini, dengan sematan berbagai teknologi dan fungsi.

Hingga 2012, Peugeot 208 memperkenalkan inovasi besar pada posisi pengemudi dengan meluncurkan PEUGEOT i-Cockpit®. Inovasi ini tidak lepas dari roda kemudi yang didesain sedemikian rupa sehingga menjadi kompak dan ergonomis. Didesain ulang memberi genggaman semakin baik. Desain ini membuat pandangan pengemudi lebih jelas terhadap instrumen kendaraan serta jarak pandang jalan.

PEUGEOT i-Cockpit® sampai kini terus berevolusi dan menjadi basis standar generasi model Peugeot setelahnya. Sampai kini, lebih dari 6 juta pengendara yang memiliki dan menggunakan Peugeot berteknologi i-Cockpit® di seluruh dunia. Teknologi ini menjadi unik di dunia otomotif dan menjadi DNA Brand Peugeot. Bahkan konsep ini juga dihadirkan pada mobil konsep terbaru, Peugeot e-Legend.

Penampilan roda kemudi Peugeot_e-LEGEND Concept Car

Inovasi ini sekaligus bukti ambisi sederhana Peugeot, yakni memberikan respon akurat dengan desain interior stylish dan berteknologi tinggi, yang juga aman bagi para pengendaranya. Peugeot 3008 SUV & 5008 SUV yang dijual di Indonesia juga telah mengadopsi teknologi roda kemudi sangat canggih ini.

Original Article