JAKARTA – Bersamaan dengan acara Sunday Morning Ride dengan tema ‘Riding in White for World AIDS Day’, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero juga ikut memberikan donasi bagi Yayasan AIDS Indonesia. PLN yang menjadi main sponsor pada ajang IIMS Motobike Expo 2019 memberikan donasi senilai Rp100 juta.

Penyerahan dilakukan secara simbolis Menteri Sosial Juliari Batubara kepada Ketua Umum Yayasan AIDS Indonesia dr. Sarsanto W Sarwono, SpOG. Penyerahan juga disaksikan Presiden Direktur Dyandra Promosindo yang juga Project Director IIMS Motobike 2019 Hendra Noor Saleh, Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN I Made Suprateka, dan Martina Widjaja Ketua Dewan Pembina Yayasan AIDS Indonesia.

I Made Suprateka, Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN mengatakan sebagai badan usaha milik negara (BUMN) terbesar, PT PLN memiliki banyak kegiatan CSR bina lingkungan. CSR PLN termasuk soal kesehatan masyarakat yang salah satunya adalah soal penanganan HIV/AIDS.

“Melalui Yayasan AIDS Indonesia kami ikut berkontribusi memberikan sumbang sih yang kami bisa. Semoga ini langkah awal bagi kami dan mengajak BUMN lain untuk juga berkontribusi,” kata dia.

Sebelumnya ratusan bikers ikut dalam sunmori Riding in White yang digelar Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara IIMS Motobike Expo 2019, Motovaganza, Omesh dan Sir Dandy. Peserta touring dan masyarakat umum diajak memberikan donasi dengan membeli Donation Starter Pack senilai Rp 200.000 ini berisi tootbag dan T-Shirt yang didesain oleh Sir Dandy. Seluruh hasil penjualan diserahkan pada Yayasan AIDS Indonesia untuk membantu penanganan masalah HIV/AIDS.

Sementara Martina Widjaja sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan AIDS Indonesia sangat mengapresiasi langkah ini. Ia mengatakan bantuan dari anak-anak muda seperti Riding in White serta donasi dari PLN ini sangat membantu kerja Yayasan AIS Indonesia.

Yayasan AIDS Indonesia adalah sebuah organisasi nirlaba (non profit) yang didirikan untuk mewujudkan kepedulian terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan penanggulangan HIV/AIDS, khususnya di kalangan usia produktif angkatan kerja.

Yayasan ini didirikan oleh Kartini Muljadi SH, Martina Widjaja, dr.Kartono Mohamad, Pof. DR Sarlito W. Sarwono, dr. Lukas Hendrata (alm), Dra. Mawarwati Djamaloeddin dan Darwina Pontjo Sutowo pada tanggal 13 Agustus 1993. “Soal AIDS ini belum zero di Indonesia, masih banyak jumlahnya. Sehingga kita perlu bekerja sama untuk menangani masalah ini,” kata Martina Widjaja.