Perjalanan Karir Joan Mir, Sempat Tidak Dilirik Sampai Bisa Pimpin Klasemen MotoGP Sementara

Perjalanan Karir Joan Mir, Sempat Tidak Dilirik Sampai Bisa Pimpin Klasemen MotoGP Sementara

Shared by Naikmotor.com for IIMS

NaikMotor – Perjalanan karir Joan Mir rupanya tidak mulus. Meski menyandang gelar juara Moto3, ia mengungkapkan tidak ada tim yang meliriknya di tahun 2014 silam.

Mir masuk ke kelas MotoGP sejak 2019 lalu setelah tekan kontrak dengan tim Suzuki Ecstar. Manajer Mir, Paco Sanchez, mengungkapkan bahwa perjalanan karir Mir tidak berjalan dengan mudah. Mir sempat tidak dilirik oleh tim-tim besar, padahal ia dinilai memiliki bakat.

Diwartakan dari Speedweek, Sanchez bercerita kepada mereka mengenai awal pertemuannya dengan pembalap muda berkewarganegaraan Spanyol tersebut.

“Saya pertama kali bertemu dengannya pada musim panas atau musim gugur 2013. Saat itu, seorang teman dari Mallorca menelepon saya dan memberi tahu saya tentang seorang bakat yang ingin melamar Piala Rookies. Jadi saya mengangkat telepon dan menelepon Alberto Puig, yang bertanggung jawab atas pemilihan bakat di sana,” cerita Sanchez.

“Dia memintanya untuk mengawasi Joan Mir saat memilih bakat. Kemudian dia menelepon saya dan mengatakan bahwa Joan membuat kesan yang baik, bahwa dia berbakat,” imbuhnya.

Setelah 2014, Mir tidak dilirik oleh tim Moto3. Sanchez juga bercerita dirinya mendatangi setiap tim Moto3 dan Moto2 untuk mempromosikan Mir pada tahun 2015, namun hasilnya nihil.

“Tidak ada yang menginginkan dia. Juga tidak ada minat pada World Supersport. Selain itu, orang tuanya tidak punya uang, kami hanya bisa menawarkan bakat Pembalap saja. Akhirnya saya mendapatkan sejumlah uang dan menempatkan Joan di salah satu tim CEV Moto3 termiskin,” kenangnya.

“Tahun 2015 ia harus melawan tim-tim dari Alzamora-Monlau dan Ajo Motorsport yang praktis dengan dukungan materi sekelas Kejuaraan Dunia. Meski demikian, Joan Mir memenangkan dua balapan pertama. Kemudian saya benar-benar yakin dengan kecepatannya. Untuk 2016 kami mendapat kontrak dengan Leopard-KTM, dia memenangkan GP Austria dan mendapat beberapa podium lagi. Kami bersama dengan Leopard di musim 2017.”

Berlanjut di Moto2 di tim EG 0,0 Marc VDS, ia berhasil finis ketiga untuk pertama kalinya di podium pada balapan kelima di Le Mans, tawaran pun berdatangan dari Honda, Suzuki, dan Ducati. Akhirnya ia pun bergabung dengan tim Suzuki Ecstar sejak 2019 kemarin.

“Dia memasuki Kejuaraan Dunia pada usia 18 dan menjadi pembalap MotoGP pada usia 21. Saya menganggap sistem ini patut dicontoh. Jadi kami membiarkan para atlet memiliki masa kecil mereka, mereka dapat melepaskan semangat dan pergi ke sekolah. Dan ketika mereka mencapai ke kejuaraan Dunia, kits harus bernegosiasi dengan orang tua atau kakek nenek; sebaliknya, Pembalap sudah cukup umur dan diizinkan untuk menandatangani sendiri. Mereka bukan lagi anak-anak dan sadar bahwa olahraga ini juga bisa berbahaya,” tuturnya kepada Speedweek.

Meski Joan Mir 6 tahun yang lalu sempat kesulitan dalam perjalanan karir dirinya, sekarang ia sudah mulai menunjukkan kehebatannya dengan berhasil memimpin klasemen sementara di MotoGP 2020. Ia pertama kali naik podium di MotoGP Austria, dan sejak saat itu cukup konsisten. Hingga saat ini, ia sudah mengumpulkan 137 poin, unggul 15 poin dari posisi kedua yang diisi oleh Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT). (Litha/Prob/NM)

The post Perjalanan Karir Joan Mir, Sempat Tidak Dilirik Sampai Bisa Pimpin Klasemen MotoGP Sementara appeared first on Naik Motor | Jurnal Pengendara Motor.