Perawatan dan Cara Deteksi Keausan Kampas Rem

Shared by Zonabikers.com for IIMS

Setiap kendaraan tentu dilengkapi dengan sistem pengereman yang ber fungsi untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda.

Untuk kendaraan yang diproduksi saat ini pada dasarnya ada 2 jenis rem yang digunakan, Tromol dan Cakram. Namun seiring pengembangan sepedamotor, fitur dan teknologi yang disematkan pada rem pun semakin berkembang.

Sebut saja CBS (Comby Brake System), yaitu sebuat fitur yang dibuat untuk meningkatkan kemampuan fungsi rem demi keselamatan berkendara. Fitur ini bekerja ketika pengereman dengan 1 tuas dapat mengerem roda depan dan belakang dengan komposisi yang tepat.

Lalu ada fitur ABS (Anti Lock Brake System). ABS dirancang untuk mencegah roda mengunci pada saat pengereman mendadak atau pengereman di kondisi jalan licin dengan cara mengatur tekanan hidrolik pada system pengeremannya.

Seiring dengan hal tersebut, pengendara sebaiknya juga punya pemahaman tentang cara merawat rem agar fungsi dan performanya selalu dalam kondisi optimal.

Jika sepeda motor menggunakan jenis Rem Tromol dan Cakram maka hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan secara berkala setiap 4.000 KM.

Selanjutnya periksa keausan kampas rem terhadap batas servis melalui indikatornya, dan terakhir selalu gunakan Genunie Parts untuk mendapatkan hasil maksimal.

“Bagi sepeda motor yang sudah menggunakan jenis rem Cakram, perawatan juga bisa dilakukan dengan membersihkan piringan cakran sampai ke bagian lubang anginnya,” ujar Ade Rohman selaku Technical Service Sub Departmen Head PT Daya Adicipta Motora.

Kemudian untuk pemeriksaan rem jenis tromol dapat dilakukan mulai dari mengecek keausan rem tromol, pemeriksaan jarak main bebas handle rem.

Setel jarak main bebas rem apabila dirasa sudah terlalu jauh. Penyetelan dapat dilakukan dengan memutar mur penyetel pada bagian ujung kabel rem. Untuk rem depan jaraknya berkisar 10-22mm, rem belakang matic 10-22mm, cub & sport 20-30mm. Terakhir, periksa lampu dan switch rem.

Pada jenis rem cakram, pemeriksaan terbagi ke dalam 2 bagian yaitu cara kerja rem hidraulik dan pemeriksaan jika adanya udara palsu di sistem rem hidrolik.

Untuk pemeriksaan cara kerja rem hidraulik dapat dilakukan dengan langkah awal memposisikan motor pada standar tengah. Selanjutnya periksa kelancaran putaran roda saat tuas rem bebas. Jika bisa berputar lancar maka dapat dikatakan normal.

Kemudian tekan dan lepaskan tuas rem beberapa kali dan putar kembali roda. Saat itu dilakukan, roda harus berputar lancar. “Ulangi langkah-langkah tersebut untuk memastikan rem bekerja dengan normal,” ujar Ade.

Untuk memeriksa ada atau tidaknya udara palsu, hal pertama yang harus dilakukan adalah menekan dan menahan tuas rem. Dikatakan normal jika tuas rem terasa ada tekanan yang kuat.

Namun jika ada udara palsu terasa tidak ada tekanan atau kosong. Jika ini terjadi, maka disarankan mengganti minyak rem dengan yang baru dan lalukan pemerikaan adanya kebocoran pada sistem rem hidrolik.

“Pada dasarnya sistem pengereman tipe tromol dan cakram dilengkapi dengan indicator keausan. Jika indikator sudah sejajar atau menipis dengan batas maksimal keausannya maka harus segera melakukan penggantian kampas rem,” tutup Ade.

The post Perawatan dan Cara Deteksi Keausan Kampas Rem appeared first on Zonabikers.com.

Original Article