Overlay Sirkuit Sentul Saat Pandemi Pembalap Umar Abdullah Salut Dua Jempol

Overlay Sirkuit Sentul Saat Pandemi Pembalap Umar Abdullah Salut Dua Jempol

Shared by Mobilinanews.id for IIMS

mobilinanews Sentul Dilakukannya pengaspalan ulang overlay terhadap Sentul International Circuit SIC bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Bogor bagai angin segar bagi kalangan balap Seperti dirasakan Umar Abdullah salah satu andalan tim Bank BJB Delta Garage yang mengaku seneng bukan main Alhamdulillah seneng banget pastinya Pihak Sirkuit Sentul merespon cepat aspirasi pembalap yang memang menginginkan itu overlay ujar Umar kepada mobilinanews Dengan dilakukannya pengaspalan ulang yang ternyata tak hanya pada lintasan balap sepanjang 3 965 meter saja melainkan fasilitas penunjang lainnya tentu akan membuat lebih aman dan nyaman komunitas otomotif secara keseluruhan Semua pembalap pasti udah enggak sabar coba aspal baru Sentul Udah pada telpon telponan sesama pembalap nggak sabar mau ngegas di kondisi aspal baru senyum penggeber mobil Blue Estilo itu Yang membuat Umar sangat mengapresiasi management Sirkuit Sentul ternyata nggak diem dalam kondisi pandemi yang identik dengan ekonomi susah Sentul enggak diem malah sebaliknya membenahi Sirkuit dimulai dari hal yang paling penting untuk kenyamanan dan keamanan pembalap yaitu pengaspalan ulang lintasan Salute ungkap Umar Lola Moenek selaku General Manager PT Sarana Sirkuitindo Utama pengelola sirkuit Sentul menyampaikan terima kasih atas banyaknya respon positif dan apresiasi dari kalangan pembalap termasuk Umar Abdullah Tapi kami mohon pengertian dan kesabaran teman teman komunitas balap karena mungkin ada sedikit molor dalam pekerjaan overlay karena hampir tiap hari berlangsung hujan di sirkuit Sentul ungkap Lola Moenek Menurut Lola Moenek justru kontraktornya yang tidak mau terlampau memaksakan pekerjaan karena takut hasilnya tidak optimal Sejujurnya pekerjaan overlay itu cepet Yang mungkin perlu waktu adalah proses pemadatan dan pengeringan aspal Insyaallah bisa rampung sebelum bulan Oktober berakhir terang Lola Moenek wanSee Original Article