Nissan Re-Leaf : Konsep Mobil “Doomsday” Nissan

Nissan Re-Leaf : Konsep Mobil “Doomsday” Nissan

Shared by Autonetmagz.com for IIMS

Autonetmagz.com – Nissan dikenal dengan inovasi-inovasi uniknya dan sekarang mereka telah melakukannya lagi dengan kreasi terbarunya yaitu Nissan Re-Leaf. Mobil ini merupakan konsep dari Nissan yang berbasis dari EV terlaris mereka yakni Nissan Leaf. Nissan pun berikan modifikasi-modifikasi yang cukup signifikan terhadap mobil konsep terbarunya ini. Jadi apa saja sih modifikasinya? Yuk kita bahas.

Sebelum masuk ke modifikasinya kita harus mengetahui apa tujuan dari mobil ini. Nissan menyebut Re-Leaf ini sebagai mobil Emergency Response Unit dimana tugasnya adalah membantu masyarakat dalam situasi bencana alam, kasarnya seperti mobil tim SAR di Indonesia. Lantas, untuk menjalani tugasnya, Nissan Re-Leaf telah diberikan alat-alat yang bisa membantunya bekerja dalam kondisi terparah. Oke, jadi fungsi mobilnya sudah jelas sekarang kita bisa bahas modifikasinya.

Mulai dari teknologinya dulu dimana Nissan telah melengkapi Nissan Re-Leaf dengan dua soket listrik yang tahan cuaca apapun dengan daya 110 hingga 230 volt. Nissan menyatakan bahwa kedua soket ini bisa memberikan daya untuk menyalakan listrik pada rumah standar di Eropa selama enam hari berturut-turut. Ia juga bisa menyalakan alat-alat seperti pressure ventilation fan, intensive care medical ventilator dan 100-watt flood light. Sangat impresif buat sebuah mobil untuk bisa mendayakan semua alat-alat tersebut, good job Nissan.

Beberapa tambahan lain diantaranya sebuah LED light bar, layar sebesar 32 inci komplit dengan pullout desk dan area kargo yang diperbesar. Untuk melengkapi penampilannya Nissan Re-Leaf diberikan suspensi baru, membuatnya 70 mm lebih tinggi ketimbang Nissan Leaf biasa serta track width yang dilebarkan 90 mm didepan dan 130 mm dibelakang. Nissan Re-Leaf juga mendapatkan custom wheel arches, underbody protection, mudflaps dan velg berukuran 17 inci yang dibalut ban all terrain. Penambahan aksesoris-aksesoris tersebut tentu membuat Nissan Re-Leaf jauh lebih agresif dan atletis ketimbang Nissan Leaf standar.

Helen Perry selaku Kepala Nissan Divisi EV dan Infrastruktur di Eropa menyatakan bahwa konsep Re-Leaf memperlihatkan kapabilitas aplikasi mobil EV dalam keadaan darurat sepert bencana alam. Mobil EV menunjukkan bahwa kendaraan bertenaga listrik juga bisa beroperasi dalam kondisi terparah dan bisa menjadi solusi untuk masa depan tim keadaan darurat.

Secara keseluruhan, konsep Nissan Re-Leaf mencerminkan bagaimana masa depan kendaraan darurat akan terlihat dan mobil-mobil EV akan memiliki peran besar dalam membantu masyarakat dalam keadaan darurat. Bagaimana opini kalian mengenai konsep Nissan Re-Leaf ini? Tulis di kolom komentar ya.

Original Article