Test Drive BMW M2 Coupe: Formula Kesenangan Anti Rumit

Masih teringat di benak kami ketika BMW meluncurkan generasi terbaru dari M3, salah satu sedan sportnya yang paling ikonik, berbagai ulasan pun kemudian berdatangan kepada M3. Banyak yang memuji, namun tidak sedikit pula yang merasa kecewa.

News Update

Test Drive BMW M2 Coupe: Formula Kesenangan Anti Rumit
Test Drive BMW M2 Coupe: Formula Kesenangan Anti Rumit

Mungkin tergerak dengan kritik-kritik tersebut, BMW kemudian memutar otak untuk membayar kekecewaan para penggemarnya dengan menghadirkan M2 Coupe, sebagai ‘adik’ dari M3 yang berbasis Seri 2 Coupe (235i). Melalui M2, pabrikan Jerman ini menjanjikan performa dan kesenangan dari Seri M yang khas.

Dengan basis Seri 2 Coupe yang lebih kompak dan mesin enam silinder 3.0 liter turbo, M2 memang tampak lebih menjanjikan untuk bisa menjadi mesin pemberi kesenangan dalam kecepatan.


Desain
Jika melihatnya secara sepintas, penampilan M2 hampir tidak berbeda signifikan bila dibandingkan Seri 2 Coupe, khususnya varian M235i. Namun jika diperhatikan secara seksama, aero kit M2 rancangan divisi M tampil lebih agresif dengan intake udara lebih besar pada spoiler depan, berikut tambahan sirip di samping.

Lebar bodi pun mengembang, terlihat dari fender depan dan belakang yang membengkak untuk menyesuaikan lebar dari pelek M Performance 19 inci. Identitas M2 juga bisa ditemui melalui pipa knalpot ganda di bagian kanan dan kiri, serta diffuser berbahan serat karbon.

Urusan interior sepertinya BMW tidak banyak melakukan sentuhan khusus pada M2, karena kami tidak menemui perbedaan mencolok dibanding dengan M235i. Penegasan identitas M2 ditunjukkan oleh panel serat karbon pada dasbor dan konsol tengah, berikut detail jahitan ala striping tiga warna M Performance pada setir.


Performa dan Handling
Bicara soal dapur pacu model Seri M paling junior ini, raungan mesin enam silinder segaris 3.0 liter TwinPower Turbo tidak sedramatis M3 yang memiliki kapasitas sama persis. Tidak ada letupan-letupan backfire brutal, setidaknya tidak akan mengganggu kuping tetangga di rumah.

Mesin dengan kode N55 ini memiliki paduan output tenaga 370 hp dan torsi puncak 465, yang setara dengan varian stadar Porsche 911 terbaru. Penerus dari Seri 1 M Coupe ini pun kerap kali menunjukkan gejala turbo lag yang umum terjadi pada mesin berinduksi, namun tidak sampai merusak kesenangan menikmatinya.

Luapan tenaga mesin seolah mengajak untuk membawanya menginjak pedal gas dalam-dalam, memanjakan kami merasakan puncak kemampuannya setiap mencapai 6.500 rpm. Pindahkan mode mengemudi ke Sport+, dan M2 pun akan menyuguhkan Anda dengan respons mesin, kemudi dan suspensi yang lebih fantastis.

Dual Clutch Transmission (DCT) 7-speed racikan M Performance dalam sekejap saat perpindahan ke setiap gigi, layaknya sebuah supercar. Tersedianya paddle shifter pun menjamin kita bisa lebih berkonsentrasi di mana tangan tidak perlu banyak berpindah saat pergantian gigi.

Kebolehan manuver dari mobil seharga 1,349 miliar off the road tersebut mengandalkan suspensi alumunium seperti pada M3 dan M4. Namun dengan wheelbase lebih pendek, M2 mampu menari lebih lincah dari kedua saudaranya tadi.

Peredamannya terbilang keras, yang membuatnya menjadi lebih stabil saat diajak menekuk tikungan panjang. Sebaliknya, kami merasa sedikit terganggu dengan setelan suspensi ini karena akan lebih mudah kehilangan traksi saat melibas tikungan dengan permukaan bergelombang.

BMW pun tidak menyediakan opsi pengaturan suspensi pada mode individual, tidak seperti mesin dan kemudi. Meski begitu, M2 tetap mampu memberi respons alami dan presisi terhadap segala input kami pada kemudi.


Sesekali mematikan Dynamis Stability Control (DSC) atau kontrol traksi, diajak bermain powerslide roda belakang M2 tidak bereaksi liar saat kami melakukan putaran setir dan menginjak pedal gas secara agresif. Tidak sulit untuk membuat bagian belakangnya terlempar, namun reaksinya tetap terprediksi.

Secara keseluruhan memang M2 memiliki sensasi menyenangkan dan tidak rumit dari balik kemudi, tidak heran jika presenter Top Gear Chris Harris dan Jeremy Clarkson dari The Grand Tour kemudian memberi pujian besar kepada M2. Kami justru merasa M2 dengan penggerak roda belakangnya akan lebih menyenangkan daripada rivalnya, yakni Mercedes-AMG CLA 42 dan Audi TT RS yang mengaopsi AWD.

Satu harapan kami, seandainya saja BMW Group Indonesia membawa juga M2 versi transmisi manual 6-speed.



Sumber : Dapurpacu.com