Menakar Tren Motor Kustom Indonesia 2017

Geliat kustom motor sedang panas-panasnya dalam beberapa tahun terakhir. Setelah Jap Style dan Cafe Racer, secara garis besar beberapa builder menilai tahun Ayam Api merupakan eranya Tracker.

News Update

Menakar Tren Motor Kustom Indonesia 2017
Menakar Tren Motor Kustom Indonesia 2017

Donny, punggawa Hantu Laut Kustom mengatakan, secara konsep Tracker bakal banyak dilihat di jalan. Model ini punya keunggulan dual-purpose baik di jalan raya maupun off-road ringan.

“Secara konsepnya Tracker, kecuali Board Tracker kali ya, soalnya setangnya nunduk gak ergonomis buat harian. Cafe Racer 2017 sedikit turun karena saya bilang mulai stuck,” kata pria yang bermarkas di Jalan H. Nawi ini.

Stagnan tapi bukan berarti kehilangan peminat. Donny menilai Cafe Racer bakal stuck pada 2017 sebab orang sudah mulai bosan. Salah satunya lantaran menjamurnya part-part online yang mudah didapatkan.

“Mulai masuk part online juga berpengaruh. Part-part itu bikinan pengrajin Jawa. Mereka bikin tangki mini Triumph dan lain-lain. Jadi konsepnya kustom (cafe racer) tapi secara art udah mati alias pasaran,” katanya.

Tidak jauh berbeda dengan Donny, builder sekaligus owner Primo 711 yakni Norman alias Acong, menilai tren kustom mayoritas pada 2017 masih sama dengan tahun lalu. Motor sedang berkapasitas 250 cc ke bawah masih senang bersolek menjadi tampang klasik.

“Untuk periode yang klasikan tetap trendi sih, motor 250cc-an kustom jadi klasikan. Cafe Bobber juga bakalan hits,” katanya.


Chopper
Melihat tren yang sedikit berubah, Donny percaya tahun ini juga merupakan awal Chopper kembali menggeliat. Terutama Japanese Chopper yang bakal mencuri perhatian sebab kiblat kustom dunia mulai mengarah ke Jepang.

“Lepas dari Cafe Racer, Chopper bakal naik. Tapi Japanese Chopper ya. Atau Chopper awal yang masih tersinspirasi era Bobber. Pake mesin gak terlalu gede, enak dibawanya. Bannya gak lebar tapi kurus tinggi,” katanya.

Salah satu alasan Chopper bakal naik lanjut Donny, lantaran di segmen ini orang masih percaya art. Mereka yang nantinya main di Chopper akan membuat sesuatu yang sangat personal sesuai ruh dari kustom.

Sementara Acong menilai geliat Chopper tahun ini bisa dibilang masih ‘anget-anget kuku,’ sebab mayoritas masyarakat masih main di Cafe Racer, Bobber, dan Cub.

“Kalo lihat dari event-event yang ada, dan sama bahasannya untuk kawasan Asian nih masih banyakan kaya tahun lalu. Soalnya kalau Chopper untuk kota besar apalagi setang Ape Hanger, susah bawanya,” jelas Norman.



Sumber : Dapurpacu.com