Inilah Tata Cara Memilih Helm

Bicara soal keselamatan berkendara dengan kendaraan roda dua atau motor, peran helm sangat penting. Ya, piranti pelindung kepala sebaiknya selalu dikenakan kemanapun Anda pergi dengan motor baik jarak tempuh dekat maupun jauh.

News Update

Inilah Tata Cara Memilih Helm
Inilah Tata Cara Memilih Helm

Secara umum, helm yang dijual di pasaran terbagi tiga, yakni half face, full face dan model modular. Memilih atau menggunakan helm sebaiknya sesuaikan dengan rute dan jarak tempuh. Jika Anda hendak melakukan perjalanan lebih dari 100 kilometer, tidak dianjurkan untuk memakai helm half face atau kerap disebut open face.

Menempuh jarak jauh, sebaiknya pilih helm full face, karena helm model ini mampu melindungi bagian dagu dari benturan. Tetapi, jangan asal pilih juga untuk model full face. Perhatikan bobot dari helm tersebut, jika terlalu berat malah bisa membuat leher Anda pegal. Bobot idealnya kurang dari 1,5 kilogram. Selanjutnya, cek juga sirkulasi udara pada helm.  Pastikan ventilasi berfungsi dengan baik demi menjagai sirkulasi udara serta kelembaban dalam helm.

Nah, untuk helm model  modular, merupakan paduan full face dan half face. Asyiknya helm jenis ini, ketika berkendara kemacetan, tinggal buka bagian depan helm dan sirkulasi udara yang masuk lebih banyak. Jika berkendara dengan akselerasi, silakan manfaatkan mode full face.

Lihat juga kondisi pelapis dalam helm, baik kain, busa dan penguncinya. Pastikan Anda nyaman ketika memakainya. Maksudnya jangan terlalu sempit atau longgar. Helm yang busanya terlalu sempit mengempit kepala hingga pipi, membuat aliran darah di kepala jadi tidak lancar, efeknya sang pemakai cepat pusing dan mata pun tidak bisa melihat jelas.

Memakai helm terlalu longgar juga berbahaya. Jika tidak pas dikepala, malah membuat benturan ke kepala bertambah, bahkan helm bisa terlepas dari kepala saat terjadi kecelakaan. Mengetahui helm pas atau tidak bisa ditempuh dengan beberapa cara. Idealnya, pipi harus terasa tertekan busa. Selanjutnya, goyangkan kepala ke kiri dan kanan. Helm haruslah tetap mengikuti arah gerakan kepala. Jika ada gerakan mengganggu, berarti ukuran helm masih kebesaran.

Untuk mengukur tingkat kesempitannya, bisa dilakukan dengan menggunakan dalam waktu 1 menit. Jika pandangan ke depan dirasa berat dan timbul pusing, sudah pasti helm tersebut kesempitan. Nah, terakhir soal kaca atau visor. Anda bisa gunakan kaca helm model clear, untuk mencegah pandangan kabur dan nyaman ketika digunakan pada malam hari.