Bikin SIM Internasional Tidak Sulit, Ini Triknya!

Pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) Internasional tidak sesulit dibayangkan.

News Update

Bikin SIM Internasional Tidak Sulit, Ini Triknya!
Bikin SIM Internasional Tidak Sulit, Ini Triknya!

IIMS lovers yang hendak mengurus bisa langsung menuju ke Korps Lalu Lintas Polri Bid Regident Subbid Pengemudi bagian pelayanan SIM Internasional, Jl Letjen MT Haryono Kav 37-38,Jakarta.

Syarat

Terpenting adalah melengkapi berkas-berkas yang disyaratkan sebelum pengurusan. Antara lain; menyiapkan paspor, Kartu Tanda Penduduk (KTP), SIM Indonesia masih berlaku beserta masing-masing lampiran fotokopinya, materai Rp 6000, dan tiga lembar pas foto warna terbaru (berpakaian rapih dan berkerah) berlatar belakang biru.

Persyaratan SIM Indonesia yang harus dilampirkan sesuai dengan pengurusan golongan SIM Internasional. Misalnya, jika mengurus golongan A (sepeda motor) maka yang harus dibawa hanya SIM C, begitupun lainnya.

Proses

Jika berkas sudah lengkap, IIMS lovers bisa langsung mendatangi petugas di loket pendaftaran, dengan terlebih dahulu mengambil nomor antrian di mesin.

Setelah berkas diambil petugas, lalu mengisi formulir atau blangko registrasi “Pemohonan SIM Internasional”. Selesai pengisian, langsung melakukan pembayaran administrasi sebesar Rp 250 ribu (pembuatan baru), sedangkan untuk perpanjangan sebesar Rp 225 ribu.

Rampung pembayaran, petugas akan menyerahkan bukti kwitansi. Selanjutnya mendatangi bagian operator untuk pemutakhiran data, pastikan seluruh data atau identitas sesuai KTP dan paspor, proses ini bersamaan dengan legalisasi (cap jempol dan foto digital). Proses pun selesai, setelah proses cetak dan kemudian buku dan SIM Internasional akan diterima.

Masa Berlaku

SIM Internasional yang saat ini diterbitkan langsung oleh pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia, berlaku selama 3 tahun. Bisa digunakan untuk mengemudikan kendaraan bermotor di negara-negara yang juga menerbitkan SIM Internasional, sekitar 168 negara.


Golongan SIM Internasional

Golongan A, Sepeda motor

Golongan B, Kendaraan bermotor selain kategori A, dengan massa maksimum tidak melebihi 3500 kg serta memiliki tidak lebih dari delapan kursi selain kursi pengemudi.

Golongan C, Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut barang dengan massa maksimum tidak melebihi 3500 kg.

Golongan D, Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut penumpang dengan tidak lebih dari delapan kursi selain kursi pengemudi.

Golongan E, Kombinasi dari kendaraan yang kendaraan utamanya ada di dalam kategori-kategori B, C, D, tetapi tidak termasuk dalam kategori yang telah ditentukan.


Sumber : Dapurpacu