/

Meneropong Peluang Indonesia Kuasai Ekspor Mobil ke Vietnam

Meneropong Peluang Indonesia Kuasai Ekspor Mobil ke Vietnammobilinanews Jakarta Salah satu negara tujuan ekspor mobil Indonesia adalah Vietnam Ia menempati urutan kedua setelah Filipina Pada Quartal I tahun 2020 angka ekspor kendaraan CBU Completely Build Up ke Vietnam hanya 8 948 unit atau turun 25 6 dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan berdasarkan data Vietnam Custom untuk ekspor kendaraan CBU ke Vietnam pada Quartal 1 tahun 2021 naik 31 1 atau 35 360 unit Dengan angka di atas ini berarti kebutuhan mobil di Vietnam yang mencapai 35 360 unit ditambah dengan penurunan ekspor kita 25 6 atau hanya 8 ribuan unit Indonesia hanya mengekspor 1 4 dari kebutuhan kendaraan di Vietnam Ini harus kita carikan solusi bersama agar ke depan bisa meningkatkan ekspor ke Vietnam kata Wardhana dalam Webinar bertajuk Sektor Otomotif Nasional Mengubah Tantangan Menjadi Peluang di Jakarta Kamis 10 6 2021 Duta Besar Republik Indonesia untuk Vietnam Denny Abdi menjelaskan Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam ekspor kendaraan CBU ke Vietnam karena demandnya sangat tinggi Ia membeberkan produk kendaraan impor mampu bersaing dengan produk CKD Completely Knock Down Vietnam karena biaya perakitan mobil di negera tersebut lebih mahal dibandingkan mobil impor Hal ini tentu berdampak pada harga jual sehingga kompetitif dengan mobil dari luar Yang perlu diperhatikan adalah biaya perakitan mobil di Vietnam lebih mahal dibandingkan mobil impor Karena itu karakteristik konsumen otomotif di Vietnam lebih senang dengan mobil mobil CBU Maka itu demandnya cukup tinggi dibandingkan dengan mobil yang diproduksi di Vietnam dalam bentuk CKD papar DennyPeluang Indonesia tak hanya pada ekspor CBU tetapi juga komponen kendaraan Mengapa Karena tingkat kandungan lokal pada kendaraan di Vietnam masih sangat rendah lantaran masih mendatangkan bahan baku dari luar negeri Tingkat kandungan lokal di pabrik pabrik Vietnam sebetulnya relatif rendah Hanya sekitar 10 15 Ini jauh jika dibandingkan dengan tingkat kandungan lokal di negara seperti Thailand Indonesia ataupun Malaysia Jadi ini merupakan peluang besar bagi kita tuturnya Dari sisi bahan baku 80 90 bahan baku untuk pembuatan mobil itu masih diimpor Akibatnya pabrik pabrik di Vietnam itu masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap impor Akibatnya juga biaya produksi domestik mobil di Vietnam itu 10 20 persen lebih tinggi dibandingkan negara lain di Asia Tenggara tambahnyaFaktor faktor di atas membentuk karakteristik konsumennya yang lebih senang dengan mobil mobl impor secara CBU ketimbang mobil yang dirakit secara lokal di Vietnam Ia mencontohkan mobil Xpander asal Indonesia lebih laris ketimbang mobil yang sama yang dirakit di Vietnam Mengenai preferensi konsumen karena karakteristik tertentu konsumen lebih senang dengan mobil mobil yang diimpor secara CBU Contohnya mobil Mitsubishi Xpander Jadi kalau kita lihat data tahun 2020 dari 2 309 mobil Xpander yang dijual delaer dealer Mitsubishi di Vietnam 2 160 diantarnya itu diimpor dari Indonesia Padahal mereka sudah memiliki perakitan sendiri di dalam negeri lanjutnya Faktor faktor di atas menjadi potensi besar bagi Indonesia untuk memperbesar skala ekspornya baik mobil CBU maupun komponen komponen otomotif sebagai bahan baku untuk pembangunan mobil Hal lain yang menarik lanjut Denny adalah rasio kepemilikan mobil yang masih rendah di Vietnam Di Vietnam rasioanya 23 1000 Artinya hanya ada 23 orang yang memiliki mobil dari 1000 orang Hal ini jauh dibandingkan dengan Indonesia yang sudah mencapai 99 orang per 1000 orang atau Thailand diangka 228 per seribu orang Peluang terbuka di depan mata tinggal bagaimana pemerintah dan para produsen mobil di Tanah Air bersinergi untuk memanfaatkan peluang yang ada di Vietnem untuk meningkatkan ekspor di bidang otomotif elk READ MORE

Related Posts: