MINI electric Cooper SE Catatkan Sejarah Mobil Listrik Produksi Massal Pertama

MINI electric Cooper SE Catatkan Sejarah Mobil Listrik Produksi Massal Pertama

Shared by Thegaspol.com for IIMS

Ini bukan pertama kalinya MINI bereksperimen membuat sebuah mobil elektrik. Lebih dari satu dekade lalu atau tepatnya pada 2009, MINI pernah mencoba membuat sebuah proyek perdana MINI elektrik yang dibangun diatas rangka MINI Copper R56 Hatchback. Namun sayangnya saat itu MINI tidak menjualnya secara bebas, melainkan hanya dibuat sekitar 500 unit untuk dipinjamkan dan uji coba saja.

11 tahun berselang kemudian, MINI merealisasikan mobil produksi massal bertenaga listrik untuk dijual bebas yang disebut sebagai MINI electric Cooper SE. Di Amerika Serikat, electric Cooper SE ini dibanderol US$ 30.750 atau setara dengan Rp 473,5 juta kurs saat ini dan masih belum ditambah pajak.

Model ikonik MINI Cooper dengan sasis F56 model tiga pintu masih dipertahankan MINI untuk model kendaraan listrik terbarunya. Sasis yang identik dengan pengendalian presisi ala gokart masih tetap dipertahankan meski kini MINI Hatchback tiga pintu telah berpenggerak tenaga listrik yang ramah lingkungan dan efisien.

Ditenagai baterai berkapasitas 32,6 kWh dan motor tunggal yang setara dengan 181 dk dan torsi 270 Nm, electric Cooper SE diestimasikan dapat berjalan sejauh 177 km dalam kondisi baterai penuh. Namun mobil ini juga memiliki teknologi pengisian tenaga kinetic menjadi listrik dari sistem gerak rodanya untuk menyuplai daya baterai.

Di Amerika Serikat, MINI electric Cooper SE bakal berjibaku melawan pesaing yang telah terlebih dahulu meluncur seperti Nissan Leaf, Chevrolet Bolt EV, Hyundai Kona Electric dan Kia Niro EV. Namun publik menilai, harga MINI yang terbilang lebih terjangkau membuatnya jadi menarik untuk dimiliki. Apalagi MINI mempunyai sejarah yang kuat sebagai mobil yang dapat menjadi sebuah benda koleksi di masa mendatang.

Original Article