Minat Beli Motor Trail? Coba Cek Klasifikasinya Ini

Minat Beli Motor Trail? Coba Cek Klasifikasinya Ini

Shared by Motovaganza.com for IIMS

JAKARTA, Carvaganza.com – Segmen motor adventure atau trail jadi salah satu yang lagi naik daun di Indonesia. Selain di trek offroad, motor trail kini juga banyak digunakan sebagai kendaraan harian. Berkat bodinya yang ramping dan ground clereance tinggi, ia lebih luwes diajak bermanuver di berbagai permukaan jalan.

Ada banyak model yang ditawarkan para pabrikan motor, dari yang murah hingga termahal. Honda, Kawasaki, Yamaha, KTM, atau Viar di segmen bermesin kecil. Belum lagi BMW, Husqvarna, KTM, Triumph, atau Ducati di segmen moge dengan mesin kubikasi besar.

Motor trail memang dikenal sebagai kendaraan segala medan. Karena salah satu kelebihannya sanggup melibas jalanan terjal, berlumpur dan berbatu. Ciri khasnya bisa dilihat dari ground clearance yang lebih tinggi dibanding motor jenis lain. Pun dengan suspensi, dapat meredam getaran ekstrem saat melintas di jalur tidak rata. Mesinnya juga dirancang dengan tetap memperhatikan durabilitas, power, dan akselerasi.

Sejatinya, motor trail sendiri tersedia dalam beberapa tipe yang dapat disesuikan dengan kebutuhan. Mulai dari dual-sport, motard, enduro, hingga motocross. Berikut ulasannya:

Honda CRF250L

Motor Trail Dual-sport

Sesuai dengan namanya, ia merupakan motor dua alam yang fleksibel. Lazimnya memakai ukuran roda yang berbeda depan dengan belakang (16-19 inch atau 18-21 inch). Dipasangkan juga dengan ban dual purpose atau ban offroad tulen untuk menunjang perjalanan. Namun sedikit kurang nyaman kala dipakai untuk riding di aspal.

Bisa dipakai di medan off-road, sekaligus digunakan on-road atau di jalan raya. Lantaran dilengkapi dengan standar kemanan dan keselamatan berkendara. Seperti spidometer, lampu utama, sinyal belok, spion, klakson, dudukan plat nomor dan knalpot dengan emisi atau gas buang yang sudah teruji. Tentu dilengkapi juga dengan surat-surat kepemilikan.

Di Indonesia, ada banyak motor dual sport yang ditawarkan oleh para pabrikan, baik itu lokal, Jepang, maupun Eropa. Tentu semuanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Mulai dari yang mempunyai performa biasa saja, hingga beringas dengan fitur super komplet, namun harganya terbilang mahal.

Untuk brand lokal ada Viar, Jepang diisi Yamaha, Honda dan Kawasaki. Jika dikelompokkan, motor dual sport entry level dengan banderol antara Rp 18 jutaan sampai dengan Rp 30 jutaan ada Kawasaki KLX series, Viar Cross series, Honda CRF150 dan Yamaha WR155. Kemudian kelas menengah dengan rentang harga Rp 40 jutaan sampai dengan Rp 100 jutaan ada Kawasaki KLX230 dan KLX250, Honda CRF250 Rally, dan Yamaha WR250R.

Sedang dari Eropa tersedia dua merek, KTM dan Husqvarna. Keduanya termasuk segmen premium karena berstatus CBU (Completely Built Unit). Harga yang ditawarkan di atas Rp 150 juta on the road. Semuanya itu dijual resmi oleh masing-masing APM maupun distributor.

Kawasaki D-Tracker

Motor Trail Motard atau Supermoto

Jenis ini basisnya dari motor trail. Bentuknya pun tidak beda jauh, dan terdapat kelengkapan keamanan layaknya motor dual sport. Ia dapat dikenali lewat kaki-kaki yang diadopsi. Kebanyakan menggunakan ukuran pelek yang sama depan maupun belakang, sama-sama 17 inci. Bannya juga pakai tipe street, sama seperti motor pada umumnya, sehingga tetap memberikan kenyamanan saat dikendarai di jalan raya. Namun ground clearance supermoto tidak sejangkung motor penjelajah lain dengan pelek depan lebih besar.

Motor jenis ini tidak direkomendasikan memasuki jalur offroad berat, karena penggunaan si kulit bundar tadi. Umumnya, versi motard memiliki harga yang lebih mahal dari pada versi dual purpose. Contoh motard yang ada di sini antara lain Kawasaki D-Tracker series, Yamaha WR250X, serta brand Eropa seperti KTM 690, Husqvarna 701 dan Ducati Hypermotard.

Di Indonesia, banyak juga yang mengubah motor trail dual sport menjadi supermoto. Mereka tinggal modifikasi sedikit dibagian kaki, supaya mendapat kenyamanan ketika melibas jalan aspal.

Yamaha WR250R

Motor Trail Enduro

Motor jenis ini diciptakan untuk uji ketahanan atau jalur off-road yang panjang. Wujud jenis enduro tidak banyak berbeda dengan motor dual sport. Penggunaan ban ‘pacul’ dengan kotak-kotak besar menjadi hal utama. Karena biasanya digunakan untuk melewati jalur-jalur dengan berbagai rintangan. Misal saat menjelajah hutan, jalan berbatu, melewati sungai, turun naik bukit, jalan berkrikil, berpasir, hingga jalur berlumpur.

Ada beberapa model yang ditawarkan dengan kelengkapan standar motor umumnya. Ada pula yang tidak dipasangkan perangkat keamanan macam stoplamp, spion dan lampu sein. Namun telah didukung beragam peranti yang dapat menembus jalur ekstrem. Seperti rangka yang kuat, suspensi dengan travel tinggi dan mesin yang tangguh. Tak lupa juga dengan penampung bahan bakar yang lebih besar dibanding motor jenis dual sport. Karena ditujukan untuk kebutuhan offroad jarak jauh.

Pada dasarnya motor enduro harus memiliki performa yang mumpuni. Karakter mesin lebih mengandalkan tenaga torsi bawah dan memiliki durabilitas yang baik. Karena penggunaannya bisa berjam-jam tanpa henti. Dan sudah bisa dipastikan kalau kuda besi jenis ini tidak nyaman digunakan di jalan raya karena profil bannya.

Contoh motor enduro kebanyakan didatangkan oleh Importir umur (IU). Seperti Yamaha WR250F, Honda CRF250X, KTM 250/450 EXC-F, dan Husqvarna TE 250. Karena tidak melalui jalur APM, maka harga yang ditawarkan jauh lebih mahal. Bahkan untuk sekelas mesin 250 cc saja bisa mencapai ratusan juta.

KTM 250 SX-F

Motor Trail Motocross

Masih banyak yang salah persepsi mengenai jenis ini dengan enduro. Dari segi fisik memang mirip, namun tipe motocross punya kebutuhan khusus, biasa dipakai untuk kompetisi balap. Ia juga mudah diidentifikasi lewat embel-embel SE atau Special Engine dibelakang jenamanya.

Karena ditujukan untuk balapan, maka spesifikasinya jauh lebih powerful. Kapasitas mesin yang biasa digunakan untuk balap profesional mulai dari 125 cc hingga 450 cc. Keunggulannya, punya sasis kuat dan ringan, ban ‘pacul’ dengan kembang besar dan suspensi yang lebih kuat dibanding motor trail lain.

Termasuk motor ilegal untuk penggunaan di jalan raya. Pasalnya tidak memiliki kelengkapan lampu depan maupun belakang, lampu sein, klakson, dan spion. Motor ini juga hanya dijual dalam bentuk off-the-road dan hanya bisa digunakan untuk kompetisi.

Meski tidak dilengkapi surat kepemilikan, harga motocross bisa sangat mahal karena jantung mekanisnya berbeda dengan tipe lain. Beberapa contoh ada Kawasaki KLX140, KLX230R, KX250, Yamaha YZ250F, Honda CRF250R, KTM 250 SX-F, dan Husqvarna TC 250.

Bertualang atau melakukan kegiatan ekstrem di alam bebas menggunakan motor trail memang mengasyikkan. Namun kembali lagi, jangan sampai salah pilih kendaraan dan sesuaikan dengan kebutuhan.

Baca juga: Mau Beli Motor Trail, Kenali Dulu Jenisnya

ZENUAR YOGA | RAJU FEBRIAN

The post Minat Beli Motor Trail? Coba Cek Klasifikasinya Ini appeared first on Motovaganza.

Original Article