Lambretta Lahir dari Reruntuhan Perang Dunia ke-2

Lambretta Lahir dari Reruntuhan Perang Dunia ke-2

[stm_post_title][stm_post_image][stm_post_info]

JAKARTA – Unik, skuter Lambretta ternyata lahir dari dampak perang dunia ke-2.

Penggemar skuter asal Eropa tentu mengetahui ada dua brand terkenal yakni Lambretta dan Vespa. Hanya saja saat ini Vespa yang masih eksis. Sementara produksi Lambretta di Italia sempat terhenti di tahun 1971 dan mereka baru lagi menggarap skuternya pada 2017 lalu. Padahal, sejak 1947 produktivitas mereka cukup baik melalui rangkaian produk untuk pasar.

Tak hanya untuk pasar domestik Italia, Lambretta juga memberikan lisensi untuk memproduksi skuternya tersebut di negara lain. Mulai dari Argentina, Brasil, Chili, Kolombia, India dan Spanyol. Namun, di balik itu semua ada cerita menarik seputar berdirinya Lambretta ini.

Awal kemunculan Lambretta terjadi pada 1922. Kala itu, sang pencetus yaitu Ferdinando Innocenti yang memiliki pabrik pipa baja di Milan, Italia mengalami hal nahas. Pabriknya hancur berantakan akibar perang dunia ke-2. Namun, dari reruntuhan itu lah Iccocenti akhirnya menggagas ide untuk membuat sebuah transportasi murah dan bisa diandalkan untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca.

Innocenti kemudian menyerahkan pengerjaan konsep skuter Lambretta kepada Corradino D’Ascanio. Insinyur penerbangan itu pun akhirnya membuat sebuah kendaraan roda dua revolusioner kala itu. Meski diketahui tak menyukai sepedamotor, nyatanya D’Ascanio mampu menghadirkan sosok skuter yang dibutuhkan pengendara sekaligus memenuhi keinginan dari Innocenti.

Contohnya, D’Ascanio membuatkan perisai depan atau sekarang lebih dikenal dengan tebeng agar pakaian atau celana pengendaranya tetap bersih. Ditambah lagi desain dek lebar untuk menunjang kenyamanan kaki. Sang desainer juga menghilangkan rantai yang menurutnya merupakan sumber kotoran dan minyak.

Hanya saja keduanya berselisih paham terkait pengaplikasian sasis. Ini pula yang membuat D’Ascanio hengkang, sementara pengerjaan Lambretta dituntaskan oleh dua insinyur penerbangan bernama Cesare Pallavicino dan Pier Luigi Torre. Alhasil, Lambretta menggunakan sasis tubular berpadu bodi monokok seperti yang terlihat pada Lambretta Model A.

Model ini menjalani masa produksi selama 1 tahun (Oktober 1947-Oktober 1948). Secara keseluruhan, skuter ini telah dibuat sebanyak 9.669 unit. Untuk spesifikasinya, Lambretta Model A mengandalkan mesin 2-tak satu silinder berkapasitas 123 cc. Transmisinya 3-speed dengan pengoperasian menggunakan kaki. Menariknya, Model A tak memiliki suspensi belakang dan hanya mengandalkan ban saja untuk meredam guncangan dari jalanan.

Tak berhenti di sana, Lambretta terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari penerapan jok untuk penumpang, pengereman yang dilengkapi cakram hingga penerapan suspensi belakang. Sayang, proses produksi di Italia sempat terhenti. Namun, Lambretta kembali merilis produk terbarunya yaitu V-Special pada 2017.

Selain itu, mereka juga mulai agresif dengan mamasuki pasar ASEAN seperti Thailand. Bahkan, rumornya tahun ini juga bakal kembali ke Indonesia. Banyak media menerka brand ini akan datang lagi melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Tentu menjadi berita segar karena Lambretta sempat hadir di Tanah Air pada 1950 silam.

[stm_sidebar sidebar=”651″]