KOMPARASI: Adu Retro Honda Scoopy atau Yamaha Fino Grande

KOMPARASI: Adu Retro Honda Scoopy atau Yamaha Fino Grande

Shared by Motovaganza.com for IIMS

JAKARTA, Motovaganza.com – Skutik bergaya retro tak banyak pemain di Tanah Air. Dua model yang bersaing adalah Honda Scoopy dan Yamaha Fino. Meski desainnya klasik, mereka sudah ditunjang fitur modern. Scoopy hadir dalam 2 varian yaitu stylish dan sporty, sedangkan Fino ada 3: premium, sporty dan Grande.

Sebelum PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan model terbaru Scoopy, PT Yamaha Motor Indonesia sudah lebih dulu melakukan penyegaran Fino. Tak hanya tampilan, keduanya juga mencoba menawarkan perangkat dan fitur guna memikat konsumen. Kompetisi keduanya terbilang ketat.

Kami coba membandingkan keduanya, terutama di varian Grande yang bermain di angka Rp 19 jutaan. Keunggulan apa saja yang coba ditawarkan keduanya? Kami coba membahas dari sisi desain, fitur unggulan, dan tentu saja kemampuan mesin. Ini dia.

Desain

Honda scoopy tampil lebih padat berkat tameng depan dan bodi belakang membulat. Sementara Fino hadir lebih ramping. Bodi depan tidak terlalu menggembung, hanya belakang sedikit melebar. Disebut S Shape Design, bodi langsing dengan sentuhan gaya elegan. Meski sedikit berbeda ukuran tubuh, mereka sama-sama mengadopsi gaya retro.

Keduanya menggunakan setang tanpa cover. Dibiarkan terbuka agar terkesan klasik. Bentuk kaca spion pun dibuat selaras dengan konsep, membulat. Fino Grande menggunakan jok berwarna cokelat, Sementara Scoopy hanya tipe stylish yang punya kelir serupa. Tapi skutik Yamaha jauh lebih baik, karena ada motif jahitan di bagian pengemudi.

Walau secara kasat mata Fino telihat ramping, nyatanya ia lebih bongsor dari rivalnya. Tercatat dimensi 1.870 x 700 x 1.066 mm, sedang Scoopy 1.847 x 686 x 1.061 mm (PxLxT). Tapi Fino punya bobot 1 kg lebih ringan dari kompetitor, yakni 98 kg.

Skutik dari Honda makin montok berkat penggunaan velg 12 inci dan ban lebar. Meski ukuran roda lebih kecil dari lawan, jarak terendah ke tanahnya cukup tinggi. Tercatat 143 mm sedang lawannya yang pakai 14 inci hanya 135 mm.

Baca juga: Mau Beli Honda PCX Bulan Ini? Ada Diskon Hingga Potongan Angsuran

Fitur Unggulan

Bicara soal fitur, bagian pencahayaan depan Scoopy lebih unggul. Honda menggunakan cahaya utama mengandalkan LED Projector, sementara lawannya masih LED biasa. Sama-sama memberikan efek terang yang hemat energi, namun si Honda cahayanya lebih fokus.

Keduanya masih mengandalkan kunci konvensional, tapi skutik lansiran Honda ditambah dengan fitur keamanan anti-theft alarm yang mampu meminimalisir risiko pencurian. Tambahannya answer back system untuk mempermudah mencari posisi motor di lokasi parkir. Yamaha mengandalkan Advance Key System. Peranti ini berisi Answer Back untuk menemukan motor di parkiran, dan Auto Open Key Shutter, membuka pengaman magnet hanya dengan memencet tombol.

Selanjutnya, fitur yang terdapat pada Scoopy lebih fungsional, karena di bagian konsol box depan sudah disediakan Power Charger. Ini cukup dicari saat ini. Pasalnya, pengendara tidak lagi direpotkan untuk mengisi daya smartphone. Ditambah bagasi yang cukup luas, sebesar 15,4 liter. Fino tidak punya fitur pengisian daya baterai dan ruang penyimpanannya lebih kecil, cuma 8,7 liter. Skutik retro Honda bisa menampung barang dimensi kecil lebih banyak. Tapi penampung bahan bakar Fino lebih besar, yakni 4,2 liter.

Baca juga: Hadapi Corona, Dealer Yamaha Ini Layani Konsumen dengan Home Service

ISS Vs SSS

Mereka punya dua teknologi serupa, yakni mesin bakal mati ketika motor dalam posisi idle lebih dari 3 detik. Untuk menyalakan kembali, tinggal putar tuas gas. Honda menyebutnya sebagai Idling Stop System (ISS) dan Yamaha menamakannya Start Stop System (SSS). Tapi si skutik ‘sayap kepak’ sudah didukung teknologi ACG starter, bikin suara mesin lebih halus saat dinyalakan.

Bagian panel meter, Honda lebih canggih karena mengadopsi kombinasi digital-analog. Jarum konvensional untuk petunjuk kecepatan, dan sisanya ada di bagian bawah yang sudah serbadigital. Kompetitornya masih menggunakan analog. Bentuknya bulat, selaras dengan model klasik. Tapi keduanya sama-sama sudah dilengkapi eco indikator.

Varian teratas Fino maupun Scoopy dilengkapi Side Stand Switch yang bikin motor tidak bisa dinyalakan ketika standar belum naik sempurna. Serta pengunci rem belakang yang berfungsi menjaga posisi motor agar tidak turun ketika berhenti di jalanan menanjak. Sementara skutik Honda ada tambahan yaitu dipasangkan Combi Brake System (CBS). Peranti ini adalah sistem pengereman yang menggabungkan antara rem depan dan rem belakang.

Baca juga: Segarkan New Scoopy, Honda Bikin Stripe dan Warna Baru

Mesin

Urusan mesin, Yamaha Fino lebih powerful berkat penggunaan jantung pacu 125 cc SOHC satu silinder, berpendingin udara dengan teknologi Blue Core. Ia mampu menghasilkan tenaga 9,3 hp pada 8.000 rpm dan torsi mencapai 9,6 Nm di putaran 5.500 rpm.

Sedangkan Scoopy hanya dibekali mesin berkubikasi 110 cc eSP PGM-FI berpendingin udara. Tenaga sanggup semburkan sebesar 8,9 hp di 7.500 rpm dan torsi puncak 9,4 Nm pada putaran mesin 6.000 rpm. Perbandingan ini menunjukkan tenaga dan torsi Fino lebih baik.

Harga

Honda Scoopy dibanderol Rp 19,750 juta dan tersedia dalam dua varian dengan 8 pilihan warna. Sementara untuk Yamaha Fino Grande dijual Rp 19,895 juta dan hanya ada dua pilihan warna, merah dan biru. Harga keduanya berstatus on the road Jakarta.

Kedua skutik retro ini punya keunggulan dan kekurangan masing-masing. Buat Anda yang suka paras retro dengan fitur modern, Scoopy bisa jadi pilihan. Sementara bagi Anda yang lebih memilih skutik bertenaga, Yamaha Fino jelas jawaban yang pas.

Baca Juga: Skutik Retro Rp 19 jutaan, Pilih Honda Scoopy atau Yamaha Fino Grande?

ZENUAR YOGA | RAJU FEBRIAN

The post KOMPARASI: Adu Retro Honda Scoopy atau Yamaha Fino Grande appeared first on Motovaganza.

Original Article