Kisah Lahirnya Brand Apparel Lokal 7Gear

Shared by Zonabikers.com for IIMS

Nama 7Gear tentu sudah tak asing di telinga para bikers. Sebuah merek apparel untuk bikers karya anak bangsa yang lahir dari seorang biker kelahiran kota Kembang, Bandung, Jawa – Barat, Adit Priyono atau lebih dikenal dengan Adet Vriono.

Sejak tahun 2010, beragam produk apparel seperti sarung tangan, buff, jaket, sepatu hingga tail bag telah hadir menemani perjalan para bikers melintasi beragam kondisi jalan dan cuaca di Indonesia. Selain di Indonesia, produk-produk 7Gear juga bisa ditemui di negara tetangga Malaysia.

Penasaran bagaimana Adet mulai membangun bisnis apparel 7Gearnya? Yuk simak kisahnya.

Bermula Dari Jualan Kaos di Komunitas Motor

Sebagai seorang biker yang terbagung dalam komunitas Bandung Thunder Club (BTC), ia mulai mendapat kehidupan baru di luar aktivitas hariannya sebagai seorang pegawai di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berjalan waktu, ia mulai mendapati bahwa persahabatan di dunia komunitas itu sangat menyenangkan dan luar biasa.

Tak mau hanya bergabung di satu komunitas motor saja, di tahun 2002 ia bergabung dalam sebuah komunitas Honda Tiger Mailing List (HTML). Dari sana pula ia semakin mengenal lika-liku dunia bikers Indonesia.

Setelah 3 tahun bergabung dan mengenal dunia komunitas motor, ia melihat sebuah peluang usaha untuk dijadikan pendatan tambahan. “Tahun 2005 aku mulai berbisnis dengan menjual kaos untuk bikers. Awalnya hanya mencoba cari tambahan uang saja, tapi rupanya sambutan teman-teman bikers sangat bagus,” cerita Adet.

Persaingan Bisnis Kaos Semakin Berat

Mendapat sambutan bagus dari komunitas, Adet mulai berani melebarkan jangkauan pasarnya. Setelah mengenal beragam jenis kain, dia mulai menyediakan kaos untuk kebutuhan beragam acara seperti kampanye, family gathering dan beragam acara serupa.

“Aku menawarkan ke konsumen, lalu pesanan mereka aku order lagi ke orang lain yang punya konveksi. Berjalan waktu, persaingan bisnis kaos semakin keras karena banyak pemain baru. Akhirnya aku alihkan ke bisnis tas.”

Dari menjual kedua produk itu, penghasilannya dirasa membantu kebutuhan financial keluarganya bahkan bisa mendukung hobinya pelesiran dengan sepeda motor lias touring. “Lumayan, jadi punya pasif income dari bisnis itu,” ungkapnya.

Terusik Oleh Mahalnya Harga Apparel Impor

Seringnya melakukan touring, ia mulai membutuhkan beragam perlengkapan perjalanannya dengan sepeda motor. Saat itu, produk apparel yang tersedia di pasaran belum banyak seperti saat ini. Mayoritas datang dari brand luar. Tak heran jika saat itu ia sering membeli apparel impor dengan harga yang lumayan mahal.

Seringnya membeli apparel impor membuat nalurinya sebagai orang Indonesia terusik. “Kenapa barang ini bisa dijual mahal? Apa iya orang Indonesia tidak bisa bikin produk serupa dengan harga yang lebih murah?”

Sejak saat itulah muncul keinginan untuk membuat apparel sendiri yang asli buatan anak Indonesia.

Muncul Ide di Mako Brimob

Sebagai bikers aktif, ia sering mengikuti beragam kegiatan positif komunitas. Salah satunya pelatihan safety riding. Di tahun 2016 ia ikut kegiatan Safety Riding Course di Mako Brimob.

“Saat itu instrukturnya bilang kalau kita harus mengenakan 7 perlengkapan utama selama riding di antaranya; jaket, helm, sepatu, sarung tangan dan protector. Dari situlah muncul ide untuk membuat perlengkapan riding sendiri dengan nama 7Gear. Tahun 2007 bisnis ku merambah ke dunia apparel tapi saat itu belum ada mereknya, masih polosan,” uangnya.

Mulai Berbadan Hukum

Sama seperti ia memulai bisnis kaos dan tas, pengembangan bisnisnya ke produk apparel pun mendapat sambutan baik dari para bikers dan masyarakat pengguna sepeda motor di Indonesia. Penghasilannya dari bisnis yang dilakoninya malah lebih besar dari gaji bulanannya sebagai pegawai perusahaan BUMN.

Tepat tahun 2010 ia resmi menanggalkan status pegawai BUMN dan memfokuskan diri menjadi pengusaha. “Bersamaan dengan itu aku bikin work shop dan bikin perusahaan berbadan hukum dengan nama PT Kelana Pradipta yang menaungi brand 7Gear. 7Gear pun sudah mengantongi sertifikat hak paten,” ucapnya.

Saat ini pengguna produk 7Gear sudah tersebar di seluruh Indonesia dan ada juga dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sementara gerai resminya sendiri ada di Jakarta, Bandung dan Malang.

Sampai saat ini Adet terus mengembangkan kualitas dan varian produk 7Gear agar bisa memenuhi segala kebutuhan pemotor di Indonesia dan manca negara.

The post Kisah Lahirnya Brand Apparel Lokal 7Gear appeared first on Zonabikers.com.

Original Article