Kilas Balik Kolaps Norton, dari Skandal Internal Sampai Diakusisi TVS, Ini Reaksi Warganet

Kilas Balik Kolaps Norton, dari Skandal Internal Sampai Diakusisi TVS, Ini Reaksi Warganet

Shared by Naikmotor.com for IIMS

NaikMotor – Kini Norton Motorcycles telah resmi diambil alih TVS, setelah sebelumnya melalui krisis hingga kolaps. Berikut ini kilas balik tentang kolapsnya pabrikan motor heritage Inggris, mulai dari skandal internal Norton, hingga pengakuisisian oleh pabrikan India serta reaksi warganet.

Sekitar awal bulan Februari 2020, Bos Norton, Stuart Gardner menggambarkan kondisi keuangan saat itu, bahkan ia sampai berkata, “Saya kehilangan semuanya.” Saat itu Norton terancam bangkrut dan memiliki tagihan pajak sekitar Rp 5,2 miliar yang sudah jatuh tempo, bahkan perusahaan motor Inggris tersebut sudah masuk ke dalam pengaturan pemerintah.

Selain tagihan, ternyata ada kasus penggelapan uang yang dilakukan oleh orang dalam. The Guardian yang merupakan situs berita terpercaya Inggris melaporkan bahwa Garner sendiri menolak membayarkan kembali penyertaan modal dengan nilai sekitar Rp 248,5 miliar yang sudah jatuh tempo sejak 2018. Tak hanya kasus internal, di luar ternyata banyak konsumen yang menuntut karena sudah melakukan inden dan pelunasan namun belum menerima unit yang dijanjikan.

Dalam kilas balik kolaps Norton, CEO Norton Motorcycles, Stuart Garner, dinilai memiliki andil besar karena diduga menyelewengkan keuangan. Foto: morebikes.co.uk

Kemudian masih di bulan Februari, terbit laporan yang menunjukan bahwa Garner berhutang sekitar Rp 2,9 miliar kepada perusahaan, serta pinjaman kurang lebih Rp 5,8 miliar lainnya oleh salah satu perusahaan milik sang CEO dianggap tidak dapat dipulihkan dan dihapuskan.

Muncul juga informasi bahwa dana sekitar Rp 71,5 miliar pemerintah berikan kepada Norton pada Juli 2015, namun tidak semuanya digunakan dengan hal yang bersangkutan dengan produksi sepeda motor. Sekitar Rp 32 miliar dari Rp 71,5 miliar diberikan kepada British Motorcycle Manufacturing Academy, bisnis amal di bawah kendali Garner. Perusahaan juga dikabarkan memiliki 6 Aston Martins, 3 Range Rover dan F Type Jaguar yang dikuasai bos mereka.

Norton Motorcycles menyepakati kerjasama dengan Zongshen asal CIna untuk desain dan lisensi mesin baru twin 650cc. Foto: Norton

Baru-baru ini, Norton Motorcycles telah diambil alih oleh TVS Motor Company senilai 16 juta poundsterling atau sekitar Rp 309 miliar. Direktur Pelaksana Gabungan TVS Motor Company, Sudarshan Veny mengatakan bahwa, “Norton adalah merek ikonik Inggris yang diakui seluruh dunia dan memberi kami peluang besar untuk meningkatkan skala global. Kami akan memperluas dukungan penuh kami untuk Norton untuk kembali mendapatkan kemuliaan penuh dalam lanskap sepeda motor internasional.”

Pengakuisisan TVS terhadap Norton menimbulkan banyak reaksi warganet. Antara lain seperti mengucapkan “selamat datang” ke Norton yang menyusul pabrikan Inggris sebelumnya yaitu Royal Enfield, lalu menunjukan reaksi kaget karena hanya dibeli sekitar Rp 300 miliar, berharap harga motor bisa turun sehingga lebih affordable, serta kagum dengan India yang bisa “mengambil alih” banyak produk lain, seperti BSA, JAWA, KTM, atau kolaborasi dengan BMW Motorrad dan lainnya. (Litha/Prob/NM)

The post Kilas Balik Kolaps Norton, dari Skandal Internal Sampai Diakusisi TVS, Ini Reaksi Warganet appeared first on Naik Motor | Jurnal Pengendara Motor.