Ketua IMI Pusat Harus Tajir Baru Mendaftar Saja Harus Setor Rp 1 5 Miliar

Ketua IMI Pusat Harus Tajir Baru Mendaftar Saja Harus Setor Rp 1 5 Miliar

Shared by Mobilinanews.id for IIMS

mobilinanews Jakarta Jangan coba coba pengin jadi Ketua Umum IMI Ikatan Motor Indonesia Pusat kalau Anda tidak termasuk dalam golongan orang tajir berduit Pasalnya baru mendaftar sebagai bakal calon Ketum IMI Pusat saja kepada Tim Penjaringan yang diketuai Ahmad Sahroni merangkap anggota Umar Husin sekretaris merangkap anggota Syafrudin IMI Jambi anggota Anondo Eko IMI DKI anggota dan Ridwan Bobihoe IMI Gorontalo anggota harus setor ke Rp 1 5 miliar Rinciannya adalah minimal Rp 500 juta sebagai kontribusi bantuan untuk IMI Pusat yang bersifat tetap dan tidak dikembalikan Kemudian kontribusi minimal Rp 1 miliar di mana akan dialokasikan sebesar 100 untuk diserahkan kepada 34 IMI Provinsi dalam bentuk Program Kerja Olahraga dan Mobilitas Itu apabila terpilih sebagai Ketum IMI Pusat masa bakti 2021 2024 Apabila tidak terpilih sebagai Ketum IMI periode 2021 2024 maka uang kontribusi tersebut akan dikembalikan paling lambat 7 hari setelah Munas IMI 2020 Setelah terpilih Ketum bertanggung jawab atas biaya operasional dan karyawan sekretariat IMI Pusat Serta biaya dan anggaran program kerja per awal Januari 2021 hingga masa bakti 2024 Bersedia dan sanggup menyediakan tempat sekretariat kantor IMI Pusat paling lambat akhir Februari 2021 di wilayah DKI Jakarta Dan untuk bisa mencalonkan diri sebagai Caketum IMI Pusat sedikitnya harus mendapatkan 11 Surat Dukungan Surduk IMI Provinsi dari total 34 se Indonesia Pendaftaran dan pengambilan formulir dibuka mulai 30 November dan pengembalian formulir pendaftaran paling lambat Senin 7 12 2020 pukul 17 00 WIB di Sekretariat IMI Pusat Jl Minangkabau Timur 37 Jakarta Lalu verifikasi akan dilakukan 11 Desember dan pengumunan Caketum IMI Pusat pada 16 Desember 2020 Berapa gaji sebagai Ketua Umum IMI Pusat Boro boro yang ada malah nombokin Tapi IMI memang organisasi sosial otomotif tim mobilinanewsSee Original Article