Kendaraan Listrik Mampu Hemat Devisa Rp798 Triliun

Kendaraan Listrik Mampu Hemat Devisa Rp798 Triliun

[stm_post_title][stm_post_image][stm_post_info]

JAKARTA – Penerapan kendaraan listrik yang tengah digenjot pemerintah, ditargetkan mampu menghemat devisa negara mencapai Rp798 triliun.

Sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), Indonesia terus berupaya menggenjot kehadiran kendaraan listrik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengalihkan penggunaan energi berbasis fosil dengan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Pemerintah sendiri sejak 2013 hingga 2022 telah mencanangkan pengembangan produksi kendaraan roda dua berbasis LCEV (Low Carbon Emission Vehicle) atau kendaraan rendah emisi. Ditargetkan kendaraan listrik populasinya akan cukup banyak hingga 2025.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, hadirnya kendaraan listrik selain untuk menurunkan emisi gas rumah kaca mencapai 29 persen pada 2030, juga menjaga stabilitas ketahanan energi khususnya di sektor transportasi darat.

“Dimasa depan secara global tren kendaraan yang hemat energi dan ramah lingkungan akan semakin banyak,” tuturnya.

Penggunaan mobil listrik sendiri akan berdampak pada lepasnya ketergantungan pada energi minyak yang berasal dari fosil. “Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kendaraan listrik dapat mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM), yang berdampak pada ketergantungan impor BBM, sehingga bisa menghemat devisa kurang lebih Rp798 triliun,” katanya.

Langkah Kemenperin saat ini, akan terus mendorong manufaktur automotif dalam negeri untuk merealisasikan pengembangan kendaraan rendah emisi atau LCEV yang telah masuk dalam roadmap industri kendaraan automotif.

Indonesia sendiri menargetkan pada 2025 populasi mobil listrik bisa mencapai 400 ribu unit dari juta mobil yang diproduksi dalam negeri. Sedangkan sepeda motor listrik populasinya diperkirakan bisa mencapai 2 juta unit.

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 sendiri bakal menampilkan kendaraan-kendaraan listrik anak negeri dan ada yang sudah peraih prestasi internasional. Penasaran ? Jangan lupa kunjungi pameran yang akan berlangsung 25 April – 5 Mei 2019 di JiExpo Kemayoran, Jakarta.

[stm_sidebar sidebar=”651″]