Kembali ke Indonesia, Alpine Fokuskan Strategi pada Fungsi Produk dan Tren Gaya Hidup

Kembali ke Indonesia, Alpine Fokuskan Strategi pada Fungsi Produk dan Tren Gaya Hidup

Shared by Drivenhype.com for IIMS

Sebagai produk yang tidak asing bagi telinga masyarakat Indonesia, Alpine berupaya mengembalikan masa kejayaannya dengan berbagai strategi pemasaran dan produk yang tidak hanya mengedepankan fungsi, tapi juga sesuai gaya hidup konsumennya.

Drivenhype – Bagi Anda yang sudah mengikuti perkembangan dunia otomotif di era 1985 hingga era 1990-an akhir, tentu tidak asing dengan lebel produk Alpine. Ya, Alpine yang merupakan merek audio produk Jepang yang legendaris tersebut, juga punya sejarah penjualannya yang cukup panjang di Tanah Air.

Kita tentu tidak lupa bagaimana massifnya head unit Alpine yang menempel jadi peranti head unit standar OEM Toyota Kijang Grand Extra tahun 1992. Seiring dengan larisnya Toyota Kijang Grand Extra di jamannya tersebut, turut menarik head unit Alpine menjadi semakin membumi dan dikenal masyarakat hingga pelosok daerah nusantara.

Sebelumnya, Alpine juga sudah memasuki pasar audio Tanah Air, di mana menjadi produk aksesori atau aftermarket yang banyak dipilih masyarakat saat itu yang ingin mengoptimalkan suara tatanan audio kendaraannya. Pilihan masyarakat pada Alpine saat itu, lantaran output standar head unit ini sudah mampu mengumpan speaker dengan suara lebih berbobot tanpa bantuan power amplifier.

“Konsumen banyak memilih Alpine karena performa, kualitas, dan fitur paling maju di eranya,” jelas Wahyu Tanuwidjaja, Chief Excutive Offier PT. Audioworkshop (AWS)

Tentunya kita juga masih ingat bagaimana beberapa produk Alpine seri TDM 7531, TDM 7526 E, hingga 7279 E yang menjadi OEM Toyota Great Corolla sebagai sedan terlaris saat itu, hingga kini masih dicari penggemarnya yang fanatik untuk diaplikasikan ke kendaraan retro-klasiknya. Tak hanya di kendaraan merek Toyota, Alpine juga menjadi head unit standar OEM merek otomotif lainnya di beberapa model Honda, seperti Maestro, Cielo, dan Genio.

Di Indonesia sendiri, kiprah Alpine memiliki catatan cukup baik tentang performanya. Selain laris, Alpine juga mampu memposisikan dirinya sebagai merek audio legendaris paling ditunggu sepanjang masa. “Rekam jejak sejarahnya ini membuat saya putuskan kembali mengaktifkan merek produk Alpine di Indonesia. Konsumen banyak memilih Alpine karena performa, kualitas, dan fitur paling maju di eranya,” jelas Wahyu Tanuwidjaja, Chief Excutive Offier PT. Audioworkshop (AWS), pemegang merek peranti audio merek Alpine di Indonesia.

Peserta yang juga jurnalis otomoti saat mengikuti presentasi visi dan target Alpine di Indonesia yang disampaikan Wahyu Tanuwidjaja, Chief Excutive Offier PT. Audioworkshop (AWS)

Ketika ditanya, apakah pergerakan Alpine sekarang akan kembali menyasar pasar OEM, Wahyu mengaskan, kini adalah eranya Alpine untuk berkembang secara massif ke semua lini produk aftermarket otomotif, termasuk di soal desain dan life style. Alpine fokus pada pengembangan produk yang tidak hanya memenuhi ekspektasi akan fungsi, atapi juga nilai gaya hidupnya yang sesuai dengan tren masa kini.

“Dulu, Alpine memang beken sebagai peranti OEM beberapa kendaraan yang laris di segmennya masing-masing. Namun untuk sekarang ini, kami akan kembangkan Alpine berdasarkan filosofi Alpine dalam menanggapi berbagai perkembangan teknologi dan gaya hidup yang semakin cepat berubah dan inovatif,” papar Wahyu.

Strategi Alpine tersebut menurut Wahyu, mengacu pada cerita sekarang dan bakal selamanya, yakni penerapan filosofi ‘Emotion in Mobility’. “Dalam perspektif ini Alpine tidak hanya fokus pada pengembangan ‘Sound’ saja, tapi sejalan dengan optimalisasi pada pengembangan produk terkait Display, Entertainment, dan Brand,” jelasnya. Keempat aspek inilah yang selanjutnya menjadi acuan pengembangan produk Alpine sekarang dan masa depan.

Head unit Alpine 7924 yang menjadi booming ketika menjadi standar OEM pada Toyota Kijang Grand Extra di tahun 1992 dan juga di Mitsubishi Galant V6

Dalam talkshow virtual yang dilakukan lewat aplikasi Zoom bersama dengan media nasional pada Jumat (23/10/2020) tersebut, Wahyu juga mengungkapkan kembali bagaimana Alpine pernah dipercaya sebagai perangkat OEM audio buat berbagai merek dan tipe kendaraan yang dipasarkan di Indonesia. Karena sejak itulah, nama Alpine akrab dengan kebanyakan masyarakat Indonesia.

“Bila kita lihat, komponen head unit Original Equipment Manufacture (OEM) dari 1983 hingga 2000, hampir semua pabrikan mobil di Indonesia, khususnya merek Jepang menggunakan Alpine,” ungkap Wahyu. Masa kejayaan tersebut kembali terulang di era awal tahun 2000-an, banyak penikmat audio berkualitas memodifikasi mobil kesayangannya menggunakan produk Alpine.

Pada era itu pula, banyak peserta kontes audio mempercayakan keunggulan varian ALPINE F#1 Status. “Kepopuleran seri F#1 Status saat itu memang terbilang istimewa. Bahkan, Indonesia disebut sebagai negara dengan penjualan terbanyak untuk varian berkualitas tinggi tersebut,” tutur Wahyu.

Filosofi Alpine yang tersaji pada Emotion in Mobility ini menjadi visi produk Alpine sekarang dan masa depan

Bagi Wahyu, target pemasaran produknya kini jelas berbeda dengan masa lalu, yang lebih menyasar pada target Alpine bisa menjadi produk pilihan OEM manufaktur. Sekarang ini, strategi pemasaran produknya lebih pada penciptaan brand image yang kuat bahwa Alpine mampu mengembangkan diri ke produk lain yang terkait dengan gaya hidup kekinian dari si konsumen.

Terkait filosifi Alpine tersebut, Wahyu menambahkan, kalau untuk ‘sound’ lebih pada bagaimana mengembangkannya dengan produk berteknologi tinggi yang terangkai dengan produk display, entertainment, dan brand. Optimalisasi Alpine pada sektor ‘sound’ ini seperti yang diwujudkan dengan aplikasi teknologi digital pada high fidelity digital power amplifier, high-resolution speakers, acoustic vehicle alerting system (eSound), layout-flexible speaker, dan Lift-up 3-way speakers.

Sedangkan untuk display, Alpine mengembangkan rear vision display untuk layar monitor lipat di plafon hingga model spesifik seperti large-screen car navigation system. Head unit kendaraan milenial menurut Wahyu, sekarang sudah bukan sekadar menyetel musik dan nonton film lagi. Tapi sebuah model yang mampu mengakomodir dan terintegrasi dengan berbagai fitur yang ada di kendaraan tersebut seperti GPS, voice command, dan lainnya.

Perangkat head unit Alpine terus menyesuaikan diri dengan tren dan kebutuhan konsumen yang stylish dan penuh fungsional

“Bisa kita lihat pada Car Navigation System seperti di Almaz Wuling. Peranti head unit kini bergeser ke pusat informasi kendaraan yang terintegrasi. Tidak hanya untuk memutar lagu dan nonton film, tapi juga menjadi asisten si pengendara sepenuhnya yang membantu pengendaraan dan pengoperasian berbagai fitur yang disematkan,” imbuh Wahyu.

Untuk aspek infotainment, Alpine juga telah mengeluarkan produk Hovering Display dengan layar lebih besar dari biasanya double-din, serta perangkat drive recorder with a rear camera. “Khusus untuk drive recorder atau yang kita kenal dengan dashcam ini, saya sudah memakainya sejak sekitar 5 tahun lalu. Fitur ini sangat berguna kini. Terbukti kan dipakai beberapa kendaraan yang dipasarkan di sini sebagai fitur unggulan yang mendukung kenyamanan berkendara,” papar Wahyu.

Sedangkan untuk aspek ‘Brand’, Alpine kini sedang mengembangkan proyek ‘Alpine Style’ yakni berupa workshop modifikasi yang bersifat one-stop modification. “Di workshop Alpine Style ini, seseorang yang ingin memodifikasi audionya bisa juga sekaligus mendandani tampilan eksterior dan interior seperti penggantian velg, aplikasi bodykit Alpine, hingga mempercantik perwajahan interior.

“Pengembangan Alpine Style ini untuk mewadahi keinginan pemilik kendaraan yang ingin dimodifikasi dalam satu tempat. Proyek percontohannya seperti yang dilakukan pada Toyota Alphard dan Vellfire. Untuk saat ini Alpine Style sudah dikembangkan di 3 kota utama Jepang yakni Yokohama, Fukuoka, dan Osaka,” imbuh Wahyu. Ke depannya, pihak prissipal Alpine akan mengembangkan outlet Alpine Style ke negara yang punya potensi modifikasi cukup tinggi.

Alpine juga terus mengembangkan perangkat yang sedang naik daun, dashcam.

Sejalan dengan filosofi Alpine yang berkonsentrasi pada ‘Emotion in Mobility’, sekaligus memiliki visi guna meneruskan kejayaan Alpine di Indonesia, PT AWS juga berkomitmen untuk selalu menyediakan lini lengkap berbagai produk Alpine yang dibutuhkan, termasuk tentunya layanan purna jual, yang memberikan kenyamanan bagi konsumennya.

Adapun beberapa produk yang sudah dihadirkan untuk menandai kehadiran kembali eksistensi Alpine di Tanah Air di antaranya ada produk subwoofer, power amplifier, speaker, hingga roof monitor. Dari produk power amplifier, hadir salah satunya produk andalan PXE-0850S. Sementara untuk speaker, terdapat SPJ-161CS serta X-S65C. Lalu untuk subwoofer, para pecinta Alpine di Tanah Air disuguhi R-W10D4 dan X-W12D4.

Selain akan menghadirkan seluruh jajaran produk Alpine, AWS juga tengah mempersiapkan jaringan distribusi bernama Alpine Store dengan konsep one stop, demi membangun kepercayaan konsumen dan untuk menjangkau konsumennya di seluruh Indonesia.

Original Article