Isuzu Gelar Webinar Pengenalan Sistem Commonrail untuk Siswa SMK

Isuzu Gelar Webinar Pengenalan Sistem Commonrail untuk Siswa SMK

Shared by Drivenhype.com for IIMS

Acara webinar ini diselenggarakan untuk memberi edukasi lebih dini ke siswa SMK mengenai teknologi yang digunakan Isuzu dalam kendaraan niaganya.

Drivenhype – Isuzu Indonesia menggelar webinar bertajuk “Pengenalan Sistem Commonrail Isuzu” sebagai kelanjutan dari IG Live yang diselenggarakan antara @guruhebatsmk dan @isuzuid di platform Instagram sebelumnya yang menghadirkan Joko Susilo, lulusan SMK Klaten pemenang lomba mekanik Isuzu sedunia, Isuzu Technical Skill Competition.

Dalam acara yang digelar sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) tersebut, diharapkan oleh Isuzu bisa memotivasi banyak siswa untuk ingin belajar lebih jauh lagi megenai teknologi kendaraan diesel.

Webinar lanjutan yang diselenggarakan secara daring ini secara antusias diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari siswa dan guru SMK-SMK yang menjalin kerjasama dengan PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI).

“Acara ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi mengenai teknologi yang digunakan oleh Isuzu dalam kendaraan niaganya. Sehingga saat masuk dunia kerja, bisa lebih memahami fungsi dan cara kerjanya,” ujar Yuda Arikunto, selaku salah satu narasumber webinar ini.

“Harapannya siswa SMK bisa mendapatkan informasi secara teknis tentang bagaimana sistem commonrail bekerja, karena ke depannya teknologi ini akan digunakan saat kebijakan EURO4 sudah resmi dilaksanakan di Indonesia pada tahun 2022,” imbuh Fuad Hasyim, Isuzu Astra Motor Indonesia Training Center Department Head.

Sistem commonrail sendiri adalah sebuah teknologi lebih advance dari mesin konvensional yang menggunakan injection pump. Fungsi ini digantikan commonrail dan supply pump yang diatur engine control modul. Dampaknya, penggunaan bahan bakar lebih efisien dan menguntungkan para pebisnis.

Seperti bilah pisau bermata dua, teknologi ini juga dinilai sebelah mata. Di lapangan dengan mesin konvensional para pemain bisa mengatur tenaga agar memberi output lebih besar, yang mana hal tersebut tidak bisa dilakukan pada mesin dengan teknologi commonrail.

Pada mesin commonrail, dalam waktu 10 menit saja kita bisa menganalisa di mana terjadi kerusakan pada unit karena semua komponen sudah terkomputerisasi sehingga bisa dilakukan penarikan data yang valid penyebab masalah.

Adanya tantangan teknologi ini, ke depannya kebutuhan tenaga ahli akan sangat dibutuhkan terutama dari siswa SMK. Program ini adalah bagian link and match antara kurikulum pendidikan di bangku sekolah kejuruan dengan kebutuhan industri ke depannya.

Bagi Isuzu, SMK adalah partner pengembangan bisnisnya agar menjadi lebih baik dan sebagai bentuk sumbangsih korporasi Isuzu yang senantiasa akan memberikan pengalaman dan edukasinya untuk kemajuan putra-putri bangsa.

Original Article