Inspirasi Modifikasi Honda CR-V Generasi 1

Inspirasi Modifikasi Honda CR-V Generasi 1

Shared by Thegaspol.com for IIMS

Honda CR-V generasi pertama atau CR-V dengan kode RD1 saat ini kembali diminati oleh para ‘pemain’ mobil. Dengan harga yang cukup terjangkau, Rp 60 juta-an hingga Rp 70 juta-an, SUV ini sangat menarik untuk didandani dengan berbagai gaya.

Terlahir dengan bawaan mesin B series berkapasitas 2.0 liter, Honda CR-V generasi pertama ini dipasarkan di Indonesia dengan penggerak roda depan dengan pilihan transmisi manual dan otomatik. Sedikit diantaranya memiliki opsi penggerak empat roda atau All-Wheel Drive (AWD) yang merupakan versi built up (CBU) dari Jepang.

Karena populasinya yang meledak di seluruh dunia, Honda CR-V RD1 punya banyak inspirasi untuk dimodifikasi. Mulai dari memodifikasi tampilan eksterior hingga modifikasi yang merambah hingga ke mesin.

Untuk bagian eksterior, para pembesut Honda CR-V RD1 dapat memilih gaya OEM versi luar dengan mengganti pelek bawaan dalam negeri dengan pelek besi atau steelies versi CR-V DX Jepang dan Amerika Serikat. Atau bisa juga memanfaatkan pelek alloy versi Inggris.

Selain bermain di pelek, penggemar gaya OEM bisa bermain dengan ubahan kelir bemper yang umumnya mengaplikasikan warna hitam doff, seperti Honda CR-V base model atau versi paling murah.

Kurang puas dengan gaya OEM, Honda juga menyediakan aksesori original yang hanya dijual di beberapa negara lewat dealer resminya. Namun seiring waktu berjalan, aksesori yang tercetak di dalam sebuah katalog ini semakin sulit dicari dan harganya melambung tinggi. Tetapi jika berhasil mendapatkan dan mengaplikasikannya di mobil, akan menjadi sebuah nilai tambah.

Gaya OEM ini juga dapat dikembangkan dengan permainan suspensi yang ditinggikan bergaya All Terrain Offroad (ALTO). Gaya ini memang pernah sangat diminati di tanah air beberapa tahun lalu. Tak ada salahnya juga kan, mengangkat gaya itu kembali di 2020 ini.

Memang gaya ALTO ini lebih enak diaplikasikan pada Honda CR-V berpenggerak empat roda. Tapi tidak ada salahnya juga jika ingin mengaplikasikannya pada Honda CR-V 2WD, asal tidak berlebihan.

Bila tidak terlalu suka dengan gaya ALTO yang condong banyak aksesori, gaya cross country atau light offroad juga bisa menjadi pilihan. Gaya ini dapat dikombinasikan dengan pelek-pelek reli yang kini banyak bertebaran di bursa aksesori mobil tanah air.

Penikmat gaya kandas juga berkesempatan untuk ‘bermain’ dengan Honda CR-V generasi pertama ini. Pelek besar dengan ban yang mepet spakbor atau gaya stance masih cocok diaplikasikan di mobil ini, meski berbadan SUV. Mulai dari pelek berdiameter 18 inci, hingga 20 inci muat dijebloskan di ruang roda Hodan CR-V RD1.

Memang penganut gaya ini mesti menerima kenyataan bahwa kenyamanan akan berkurang akibat bantingan atau ayunan mobil jadi lebih terbatas dengan lengan suspensi yang pendek. Namun gaya ini tetap enak dilihat, apalagi untuk mobil yang lebih sering digunakan di perkotaan.

Dilahirkan dengan mesin B20 2.000 cc DOHC, Honda CR-V RD1 diakui memang tidak terlalu punya banyak tenaga mesin yang berlimpah. Untuk meningkatkannya, cara paling mudah adalah dengan mengganti bagian kepala silindernya dengan milik Honda B16 atau B18 DOHC VTEC.

Di pasaran, kepala silinder atau cylinder head dengan fitur DOHC VTEC banya tersedia untuk mesin B Series bawaan CR-V. Jangan lupa untuk meningkatkan pembakaran dengan mengaplikasikan piggyback computer ataupun mengganti kontrol unit mesin (ECU) dengan yang lebih memiliki performa lebih baik ketimbang standar.

Jika punya anggaran modifikasi berlebih, pilihan enggantian mesin atau engine swap dapat dilakukan untuk menambah performa Honda CR-V. Semisal menggunakan mesin H22 atau H23A dengan kapasitas 2.2 – 2.3 liter, hingga meletakkan mesin K24A dari saudara mudanya, Honda CR-V gen 3 dan 4 di ruang mesin generasi 1.

Diluar sana, ada beberapa racing enthusiast yang menggunakan Honda CR-V generasi pertama sebagai besutan balap. Dibalik kap mesinnya, besutan balap tersebut sudah dipersenjatai dengan mesin Honda K24A yang dilengkapi dengan turbocharger dengan gerak empat roda untuk melibas lintasan balap sepanjang 402 meter.

Kalau Anda, suka yang mana??

Original Article