Harapan dari Kompetisi Gelis Tuner Competition di IMX 2020: Perkuat Segmen UMKM dengan Harga Terjangkau dan Desain Memikat

Harapan dari Kompetisi Gelis Tuner Competition di IMX 2020: Perkuat Segmen UMKM dengan Harga Terjangkau dan Desain Memikat

Shared by Drivenhype.com for IIMS

Peran serta PT SPI di Gelis Tuner Competition ini merupakan bagian dari langkah penguatan dan pengenalan produk Gelis yang relatif masih baru. Diharapkan ada ide segar yang mempercantik tampilan Gelis agar semakin laris di segmennya.

Drivenhype – Perhelatan ajang pameran modifikasi Indonesia Modification Expo 2020 selain unik karena dilaksanakan berbasis platform online lantaran dampak pandemi, juga karena berbagai materi acara yang tidak kalah dengan versi offline seperti pelaksanaan tahun sebelumnya.

Salah satunya yang bikin berbeda adalah digelarnya untuk pertama kali, kompetisi modifikasi Gerobak Listrik (Gelis) di IMX, sebagai hasil kerjasama Kementerian Perindustrian RI dengan NMAA, dan PT Solar Panel Indonesia (SPI) sebagai pembuat Gelis, kendaraan roda tiga bertenaga listrik.

Ya, kalau di ajang AMMDes Digimodz sebagai bagian Road to IMX memakai subyek modifikasi digitalnya berupa Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes), maka dalam Gelis Tuner Competition ini, Kemenperin RI menggandeng PT SPI dan NMAA untuk menggelar kompetisi modifikasi Gelis agar bisa tampil lebih modis dan fungsional.

Kompetisi ini merupakan bentuk upaya Kemenperin dalam mendukung tumbuhnya industri modifikasi kendaraan agar lebih bertaji di negeri sendiri. Industri modifikasi dinilai mampu meningkatkan kreativitas, inovasi, serta memacu berkembangnya usaha sektor komponen kendaraan yang digarap sumber daya lokal. Hal ini sejalan visi NMAA dalam upaya memajukan industri modifikasi dan aftermarket Tanah Air.

Gelis merupakan motor listrik roda tiga rakitan PT SPI yang dibuat di pabrik kawasan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Menurut Chief Marketing Officer PT SPI, Ary Tjahyono, Gelis dibuat untuk membantu usaha kecil menengah (UKM) untuk mengangkut barang dagangannya.

“Kami telah rancang dan ciptakan Gelis atau gerobak listrik, sebagai kendaraan niaga berbasis tenaga listrik, ramah lingkungan, mudah digunakan, serta tidak butuh perhatian khusus di aspek perawatan,” jelas Ary saat konferensi pers virtual Gelis Tuner Competition lewat Zoom pada Jumat (17/7/2020) lalu.

Dalam wawancara tertulis yang diddapat redaksi pada Rabu (7/10/2020) yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp, Ary menjelaskan kalau keterlibatan dan aktivitas PT SPI dalam pameran modifikasi virtual IMX 2020 ini merupakan berkat dukungan dan bantuan penuh Kemenperin RI dalam pengembangan produksi dan pemasaran produk Gelis yang di ciptakan, di produksi dan di pasarkan oleh anak bangsa.

“Selain itu NMAA juga sangat membantu dan mendukung kami untuk memperkenalkan Gelis melalui Gelis Tuner Competition ini. Karena itu kami juga berusaha keras bisa memenuhi harapan Kemenperin dan NMAA dengan ikut serta secara proaktif di pameran modifikasi virtual IMX 2020 ini,” jelas Ary. Diakuinya pula, pihaknya akan terus siap berkiprah di ajang pameran modifikasi seperti ini bila diberi kesempatan.

Peran serta PT SPI di Gelis Tuner Competition ini merupakan bagian dari langkah penguatan dan pengenalan produk Gelis yang relatif masih baru. Termasuk juga penguatan brand image dan studi banding mengenai desain dan konstruksi Gelis yang dimodifikasi para modifikator di NMAA yang sudah sangat berpengalaman dan terbukti kualitas karyanya.

Adapun target dan harapan dari Gelis dengan menggelar kompetisi modifikasi Gelis di IMX 2020, bisa berdampak secara segmentasi, target konsumen dan penguatan brand image-nya. “Target dan harapan kami adalah bisa mendapat ide-ide baru pengembangan Gelis untuk segmen pasar UMKM dengan harga terjangkau tetapi dengan desain menarik dan up-to-date. Termasuk tentunya utilisasi Gerobak Listrik yang optimal untuk usaha,” imbuh Ary.

Ketika ditanyakan apakah nantinya karya pemenang Gelis Tuner Competition ini menjadi role model dan bisa diproduksi massal, Ary menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan untuk direalisasikan. “Kami siap memproduksi massal dari 3 karya peserta GTC yang bisa memenuhi kebutuhan pasar pelaku UMKM dan kaum milenial ini. Pastinya kami melihat respon pasarnya juga yang potensial,” terang Ary.

Bagi pihaknya, Gelis mendapat keuntungan dengan keikutsertaannya di acara IMX secara keseluruhan. Tentunya terkait dengan kemajuan industri aftermarket yg menopang industri utama otomotif. “Bagi kami, pameran IMX ini sangat impresif, profesional, kekinian, dan agresif dalam mendukung kemajuan industri aftermarket. Hal seperti patut didukung,” kata pria simpatik ini.

Selanjutnya, Ary menjelaskan perkembangan yang sudah dilalui Gelis di segmennya hingga kini.
“Kapasitas produksi kami kini 10 unit per hari dan sudah memproduksi 250 unit yang telah kami distribusikan ke jaringan dealer kami. Sebagian sudah terjual ke end-customer. Harganya mulai Rp 17 juta sampai 24 juta tergantung model dan variannya,” jelasnya.

Untuk wilayah pemasaran hingga saat ini sudah mencakup di Jakarta (3 dealer), dan masing masing 1 dealer di Bekasi, Karawang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, dan Bali. Pengembangan dealer juga sedang kami lakukan untuk wilayah Batam, Medan, Lombok, Kediri (Jatim), Sorong (Papua barat).

Dari unit yang sudah terjual tersebut, menurut Ary, model yang paling laku adalah Gelis Retro yang modelnya mirip seperti gerobak dorong dari kayu untuk jualan makanan / minuman dan Gelis Cargo untuk pengiriman paket atau barang. Mengenai ketersediaan suku cadang yang sering jadi momok kepercayaan pelanggan, pihak Gelis sudah melakukan berbagai langkah yang menjamin ketersediaan stok suku cadang.

“Sebagai APM/Agen Pemegang Merek yang sudah terdaftar di Kemenperin, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, melalui dealer dealer, kami wajib menyediakan layanan penjualan dan purna jual termasuk garansi, suku cadang dan workshopnya,” sebut Ary.

Sebagai moda gerobak listrik roda tiga pertama di pasar Indonesia, Gelis awalnya butuh sosialisasi ke masyarakat, tentang apa itu gerobak listrik dan apa keuntungannya memiliki gerobak listrik. Tentunya dibandingkan kendaraan roda tiga dengan mesin berbahan bakar bensin. “Alhamdulillah, dengan kampanye kami yang gencar di media dan di sosmed kami, sosialisasi ini mendapat respon sangat positif dan banyak tertarik memiliki Gelis untuk usahanya,” pungkas Ary.

Original Article