Gaikindo Gencar Ekspor Mobil Akibat Penjualan Terpuruk

Gaikindo Gencar Ekspor Mobil Akibat Penjualan Terpuruk

Shared by Autonetmagz.com for IIMS

Autonetmagz.com – Pandemi COVID-19 menghantam industri otomotif Indonesia dengan keras, dimana penjualan mobil di tanah air anjlok sejak kuartal pertama 2020. Kukuh Kumara selaku Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau GAIKINDO menyatakan bahwa mereka sedang merancang strategi baru untuk memperbaiki angka produktifitas dan penjualan mobil di Indonesia. Jadi apa strategi yang sudah GAIKINDO persiapkan? Yuk kita bahas.

Sebelum membahas strategi memperbaiki keadaan industri otomotif Indonesia, kita perlu melihat data yang menggambarkan keadaan saat ini sebagai acuan. Oke jadi menurut pihak GAIKINDOkapasitas produksi mobil di Indonesia mencapai 2,25 juta unit per tahun, namun pada 2019 lalu baru terpakai sebanyak 1,29 juta unit saja. Dari 1,29 juta unit tersebut, satu juta unit kemudian dijual secara lokal di pasar otomotif Indonesia dan 300 ribu sisanya diekspor ke 80 negara.

Sayangnya itu semua terhentikan oleh datangnya pandemi COVID-19 dimana angka penjulan terjun bebas. Dalam periode lima bulan dari April hingga Agustus 2020, jumlah mobil yang di produksi hanya mencapai 2.500 unit saja dan terjual 3.500. Padahal tahun sebelumnya, angka produksi mobil di Indonesia adalah 100.000 unit per bulan dengan 80.000 terjual. Tentunya ini adalah angka yang sangat jauh selisihnya dengan kondisi normal, dan ini juga jadi concern dari GAIKINDO.

Lantas tidak mengejutkan kalau pandemi ini berdampak juga terhadap sektor ekspor kendaraan dari Indonesia untuk pasar internasional. Tapi Sekretaris Jendral GAIKINDO, Kukuh Kemara menyatakan kalau pihaknya optimis bisa membalikkan keadaan dengan rencana yang sudah disiapkan. Beliau menjelaskan bahwa strategi untuk memperbaiki keadaan ini adalah mengoptimalkan kapasitas produksi mobil serta mencari pasar ekspor baru.

Pihak GAIKINDOjuga sudah mengusulkan rencana ini kepada beberapa badan pemerintah diantaranya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Sedangkan para produsen mobil diberitahu GAIKINDO untuk merelokasi order di Indonesia. Kukuh menyatakan bahwa dengan meminta para prinsipal masing-masing pabrikan untuk merelokasi ke Indonesia, hal ini akan meningkatkan angka produksi mobil tanah air kedepannya.

Kami senang melihat pihak GAIKINDO dan Pemerintah Indonesia berusaha keras untuk memperbaiki keadaan industri otomotif tanah air. Sektor ini merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berada di nomor dua dibelakang Thailand untuk angka ekspor. Dan secara global, Indonesia merupakan negara dengan angka produksi terbesar ke-13 di dunia. Data-data ini sangat impresif dan patut dipertahankan.

Bagaimana menurut kalian? Tulis di kolom komentar ya.

Original Article