Edisi Pertama Hummer EV Ludes Dalam 10 Menit, Edan!

Edisi Pertama Hummer EV Ludes Dalam 10 Menit, Edan!

Shared by Autonetmagz.com for IIMS

AutonetMagz.com – Sebagai seorang pecinta otomotif, tentu kalian kenal dengan nama besar Hummer. Merk yang sempat meregang nyawa beberapa tahun lalu ini akhirnya dihidupkan lagi sebagai sebuah varian produk oleh GM. Bahkan, preview dari Hummer EV sudah muncul beberapa hari lalu dan membuat geger dunia persilatan otomotif. Nah, ternyata Hummer EV juga menorehkan sebuah prestasi di kemunculan perdananya itu.

General Motors Co (GM), mengumumkan bahwa Hummer EV Edition 1 milik mereka statusnya sudah terjual habis. Bahkan, Hummer EV edisi pertama ludes dalam waktu sekitar sepuluh menit saja meskipun harganya tak murah. Hummer EV dipasarkan dengan harga mulai dari $ 112.595 atau sekitar Rp1,7 miliar. Capaian ini merupakan prestasi penjualan yang dahsyat, tetapi perusahaan menolak menyebutkan berapa banyak yang ingin mereka produksi. Meskipun nantinya ada sejumlah pembeli yang mundur, GMC mengklaim sudah memiliki daftar tunggu yang sudah mencakup “ribuan” calon pelanggan lainnya.

Hummer EV versi kedua (tipe 3-X) yang dijual 99.995 dolar AS (Rp 1,4 miliar) kemungkinan tidak akan diproduksi pada 2022. Keputusan ini adalah dampak dari membludaknya pesanan untuk Hummer EV versi pertama. Pejabat GM mengatakan bahwa Hummer EV dirancang selama 18 bulan. Pickup offroad bertenaga setrum itu diklaim dapat berjalan menyamping berkat fitur kemudi empat roda. Mode “Watts to Freedom” juga mempercepat akselerasi mobil hingga 97 km/jam dalam 3 detik. Luar biasa untuk sebuah mobil bak terbuka berbody bongsor.

Hummer EV diciptakan guna bersaing dengan Tesla Cybertruck yang dijual di angka Rp 588 juta hingga Rp 1,02 miliar. Mobil ini rencananya akan diproduksi di Texas mulai akhir 2021. Persaingan pickup listrik akan semakin sengit setelah Ford menyatakan akan merilis F-Series EV. Sejumlah startup mobil juga menyatakan akan bermain di segmen tersebut antara lain Rivian, Nikola, dan Lordstown Motors. Hal ini wajar karena segmen pickup truck di Amerika memang sangatlah besar. Dan adanya tawaran versi bertenaga listrik jelas menjadi opsi yang menarik bagi calon konsumen di US.

Jadi, bagaimana menurut kalian, kawan?

Original Article