Dilema Penjual Mobkas di Tengah Pandemi, Inovasi Digelontorkan

Dilema Penjual Mobkas di Tengah Pandemi, Inovasi Digelontorkan

Shared by Dapurpacu.id for IIMS

DAPURPACU – Sektor otomotif menjadi salah satu industri yang cukup signifikan terdampak dengan adanya pandemi di Indonesia. Lesunya daya beli konsumen juga berimbas pada penjualan mobil bekas (mobkas).

Dilonggarkannya aturan PSBB di bulan-bulan sebelumnya, membuat sektor bisnis kembali bergairah, meski belum sepenuhnya pulih. Terutama untuk penjualan mobkas.

Tren itu ditunjukkan dengan sudah ada 62% showroom yang mulai beroperasi, dibandingkan di masa PSBB yang hanya 32% saja. Temuan ini berdasarkan hasil survei oleh OLX Autos bertajuk ‘Sentiment Monitoring Study’.

Menurut mereka, mulai normalnya aktivitas itu berdampak pada penjualan dan pembelian yang naik. Disebutkan rata-rata kenaikan 50% untuk kedua transaksi pada Agustus lalu dibanding saat awal pandemi.

Selain itu, rata-rata unit tersedia (stock) yang ada di showroom berkurang 35% menjadi 4,2 (dari sebelumnya 6,5) pada bulan itu. Hal ini memperlihatkan adanya minat masyarakat untuk membeli mobkas.

Temuan lain juga menyebutkan sebanyak 52% responden memiliki keinginan untuk membeli mobil dibandingkan pada masa awal pandemi yang hanya mencapai 22%, serta sebanyak 43% saat ini memilih untuk menggunakan mobil pribadi, dibandingkan dengan awal masa pandemi yang hanya 33%.

Johnny Widodo, CEO OLX Autos Indonesia menuturkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukannya ditemukan permintaan mobil bekas mengalami peningkatan 15% – 20% semenjak relaksasi PSBB.

Peningkatan ini menurutnya didorong minat masyarakat terhadap penggunaan mobil pribadi yang meningkat, demi menjaga jarak kala menggunakan transportasi umum. Ditambah dengan mulai dibukanya showroom, sehingga memberikan pilihan bagi masyarakat.

“Kedua faktor ini kita bisa melihat ada kesempatan bagi pasar mobkas untuk pulih dari keadaan ini. OLX Autos percaya pasar mobkas akan pulih dan akan kembali normal seperti masa sebelum pandemi,” ujar Jonny.

Meski begitu, Jonny tidak menampik bahwa industri mobil bekas juga menghadapi beberapa tantangan di tengah mulai membaiknya pasar. Keterbatasan dana merupakan tantangan yang paling banyak dihadapi.

Kendala ini dirasakan oleh 58% responden, sementara 46% responden lainnya menyatakan mereka mengurangi dana (budget) sebesar 5% yang mereka miliki untuk membeli mobil.

Di sisi lain, penjual pun tidak mau mengurangi harga mobkas yang dijual, sehingga hal ini lah yang menjadikan tantangan bagi masyarakat di industri pasar mobkas.

Untuk menanggulangi dampak yang terjadi, para dealer dapat memberikan inovasi-inovasi yang membuat para pelanggan lebih nyaman dan merasa aman ketika ingin membeli mobil di masa pandemi ini juga.

Data OLX Autos juga memperlihatkan, ada beberapa inovasi yang diberikan oleh dealer sesuai kebutuhan pelanggan saat ini di tengah masa pandemi. Pertama, pertemuan secara virtual.

Selain itu juga, pelanggan bisa mendapatkan fasilitas test drive langsung di rumah tanpa harus ke showroom, dan purchase journey tanpa sentuhan fisik dari awal hingga sampai akhirnya proses pembelian selesai.

“OLX Autos berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan. Jadi, sekarang pelanggan bisa bertransaksi mobilnya dengan harga terbaik dan pengalaman jual beli mobil yang lebih nyaman,” tutup Johnny. [dp/MTH]

Original Article