Datsun : Wholesales Berhenti, Retail Tetap Jalan

Datsun : Wholesales Berhenti, Retail Tetap Jalan

Shared by Autonetmagz.com for IIMS

AutonetMagz.com – Di awal tahun 2020 ini pihak Nissan di Indonesia mengambil langkah berat dengan menghentikan seluruh produksi mereka di Indonesia. Dan keputusan tersebut juga berarti produksi dari Datsun berhenti. Sedangkan Datsun merupakan member dari program LCGC yang mengharuskan unitnya diproduksi lokal. Sejak itu, Datsun pun sudah dianggap mati oleh banyak orang. Padahal, hingga bulan lalu Datsun masih mencatatkan penjualan.

Jadi, pada kenyataannya memang Datsun sudah berhenti memproduksi mobilnya di Indonesia. Jadi, sejauh ini produk yang ada di pasaran menyisakan stok lama yang belum terjual. Nah, kita mau perhatikan bagaimana laju pertumbuhan dari penjualan retail Datsun. Mengapa retail, jelas, karena wholesales-nya sudah berhenti sejak bulan Maret 2020 kemarin. Sepanjang tahun 2020 ini, penjualan retail (Dari diler ke konsumen) Datsun sudah mencapai 1.011 unit. Bukan angka yang besar untuk kategori mobil murah, namun tak buruk juga untuk sebuah merk, toh beberapa merk non premium lain penjualannya masih ada di bawah Datsun, sebut saja KIA, Hyundai, dan Renault.

Di bulan April, alias awal mula hantaman COVID-19 pada sektor otomotif, penjualan retail Datsun juga mengalami penurunan. Tercatat hanya ada 26 unit Datsun yang dikirim ke konsumen, diikuti 22 unit di bulan Mei dan 24 unit di bulan Juni. Saat industri otomotif mulai ‘hidup’ lagi di bulan Juli, Datsun juga masih stagnan dengan angka retail hanya 32 unit saja. Namun, bulan Agustus kemarin Datsun mampu kembali memikat konsumen sebanyak 182 unit. Patut dimengerti bahwa saat ini Datsun statusnya masih dijual, namun hanya menghabiskan stok. Tak jelas ada berapa banyak sisa stok Datsun di diler, namun yang jelas merk cabang dari Nissan ini memproduksi 282 unit produk di awal tahun, dan mengirimkan 300 unit produk ke diler hingga Maret 2020.

Sebenarnya, Datsun sendiri memiliki kans untuk bisa tetap bertahan di Indonesia. Salah satu faktor yang seharusnya dibenahi oleh pabrikan asal Jepang ini adalah kebaruan dari produknya. Bisa dikatakan, hanya Datsun Go, Go+ Panca, dan Suzuki Karimun Wagon R yang masih belum berganti generasi sejak program LCGC dilaksanakan. Toyota, Daihatsu, dan Honda sudah melakukan update pada produk mereka di segmen tersebut. Datsun menjadi ‘korban’ dari strategi restrukturisasi yang terpaksa harus diambil oleh Aliansi yang menaungi Nissan pasca sejumlah hasil buruk sebagai imbas dari skandal Ghosn dan kondisi ekonomi. Walaupun begitu, di pasar lain seperti India, Datsun masih tetap eksis.

Bagaimana tanggapan kalian? Ada pengguna Datsun disini?

Original Article