CEO Renault : Megane Akan Tetap Bertahan, Bakal Ada Versi Crossover?

CEO Renault : Megane Akan Tetap Bertahan, Bakal Ada Versi Crossover?

Shared by Autonetmagz.com for IIMS

AutonetMagz.com – Tentunya kalian paham bahwa cukup kencangnya penjualan di segmen SUV dan crossover telah memakan korban dari segmen lain yang penjualannya tak terlalu wah. Segmen hatchback, sedan, dan station wagon yang biasanya menjadi ‘tumbal’ untuk meningkatkan produksi SUV/CUV. Dan kondisi ini juga bisa jadi mengancam eksistensi dari Renault Megane.

Namun, dalam wawancaranya dengan Reuters, CEO dari Renault, Luca de Meo menjamin bahwa Renault Megane masih akan terus eksis. Malahan, berhembus kabar bahwa Renault Megane akan memerankan peran yang penting ke depannya sebagai pilar untuk jajaran produk di segmen mobil medium atau C-Segments. Namun, bagaimana bisa Renault Megane memainkan peran tersebut? Bisa saja, asalkan Renault Megane bisa beradaptasi dengan pasar. Salah satu bentuk adaptasinya adalah memberikan tawaran model khusus yang memiliki aura ala SUV, alias menjadi crossover. Sebenarnya, langkah serupa bukanlah hal yang asing. Ford dengan Ford Focus Active juga sudah menerapkannya, pun begitu dengan beberapa merk lain.

Apalagi, ada informasi bahwa Luca de Meo ingin mengembangkan siluet yang berbeda pada Renault Megane untuk memberikan nilai tambah dari mobil tersebut. Hanya saja, tentunya pernyataan 1 orang tidak bisa menjadi patokan yang pasti mengenai masa depan sebuah mobil. Kita tahu bahwa ada banyak suara di dalam pabrikan otomotif, dan setidaknya Luca de Meo harus bisa meyakinkan para rekannya akan ide tersebut. Satu hal yang harus dipertimbangkan de Meo adalah rekam jejak dari Renault Megane sendiri. Dalam 1 dekade terakhir, penjualan Renault Megane terus merosot. Sebagai perbandingan, pada tahun 2010 silam Renault Megane masih mampu terjual sebanyak 270.381 unit secara global.

Sedangkan tahun lalu, penjualan global mobil ini hanya mampu mencapai 129.222 unit saja, tak sampai separuh dari capaian 10 tahun lalu. Dengan kondisi yang tak terlalu baik di sisi aliansi, tentunya Renault juga perlu mempertimbangkan masalah profit dari unit yang mereka pasarkan. Renault Megane sendiri kini sudah memasuki generasi ke-4 yang sudah dipasarkan sejak tahun 2016 silam. Versi yang dipasarkan saat ini dibangun dengan basis Renault CMF C/D Platform. Sebenarnya, penggunaan platform ini membuat biaya pengembangan dari Renault Megane menjadi lebih murah, karena juga digunakan oleh produk lain seperti Nissan Sylphy, Nissan Qashqai dan Renault Koleos. Jadi, kita nantikan saja bagaimana masa depan dari Renault Megane.

Kalau menurut kalian bagaimana? yuk sampaikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini.

Original Article