Butuh Ratusan Juta Untuk Semakin Menegaskan Suzuki XL7 Adalah Sebuah SUV

Butuh Ratusan Juta Untuk Semakin Menegaskan Suzuki XL7 Adalah Sebuah SUV

Shared by Thegaspol.com for IIMS

Sejujurnya kami kurang begitu ikhlas untuk menyebut XL7 terbaru sebagai sebuah SUV (Sport Utility Vehicle), seperti yang disebutkan oleh Suzuki. Pasalnya, Mobil tujuh penumpang tersebut berangkat dari platform yang sama dengan Suzuki Ertiga yang merupakan sebuah MPV (Multi Purpose Vehicle) ciptaan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai mobil keluarga.

Tak ada yang bilang memang, bahwa sebuah SUV tidak bisa dijadikan sebagai mobil keluarga. Pun dengan konfigurasi tempat duduknya, SUV berisi tujuh penumpang juga sudah ada sejak lama. Bahkan Suzuki pernah membuatnya bermodalkan dari sebuah rangka Escudo yang dimelarkan dan diberi mesin yang lebih bertenaga V6 2.500 cc waktu itu pada 2003 yang juga disebut sebagai Suzuki Escudo XL7.

Terlepas dari sulitnya keikhlasan kami, pada kenyataannya Suzuki memang menegaskan XL7 dengan gimmick SUV. ‘Extraordinary SUV’ begitu sebut Suzuki. Bahasa pemasaran yang sebenarnya cukup jujur menyebut XL7 ini sebagai SUV yang luar biasa. Luar biasa memang, menyulap sebuah MPV menjadi SUV.

Langkah Suzuki untuk semakin menegaskan XL7 bisa menjadi sebuah SUV yang layak diterapkan lewat sentuhan spesial atau modifikasi. Menggandeng beberapa produsen dan para kreator lokal modifikasi, Suzuki XL7 berdandan habis-habisan agar nampak nyata menjadi sebuah SUV khusus untuk pagelaran Indonesia Modification Expo atau IMX 2020, Sabtu 10 Oktober kemarin.

Menurut kami, langkah yang dilakukan oleh Suzuki bersama sekutu modifikasinya dibawah bendera NMAA (National Modifcation and Aftermarket Association) terbilang cukup sukses. XL7 bikinannya sekarang lebih pantas mengusung identitas SUV, meski harus menelan biaya lebih dari Rp 100 juta.

Warna asli hitam mengkilat seluruhnya ditutup dengan lapisan cat khusus bertekstur kasar dengan finishing doff lansiran Raptor di seluruh eksterior tanpa sisa. Cat ini bahkan diklaim sebagai cat antigores bagi body kendaraan. Ya wajar saja, tipe cat seperti ini awalnya memang dirancang sebagai cat heavy duty untuk melapisi bagian kolong kendaraan.

Selain cat yang diubah, ditambah pula aplikasi decal stripping sebagai pelengkap pengusung identitas SUV. Yaitu adanya grafis gunung yang menyiratkan mobil ini bisa diajak bertualang ke daerah pegunungan untuk mencari udara segar.

Modifikasi lainnya adalah menambah aksesori yang fungsional. Seperti roof bar untuk dudukan roof box, lampu tambahan lansiran Hella serta over fender yang dimelarkan dan body kit tambahan berbahan FRP atau Fiber Reinforced Plastic yang lentur, ringan tapi kuat terhadap benturan. Tujuan dari dimelarkannya over fender ini adalah untuk mengakomodir roda tetap di dalam spakbor karena dimensinya sudah diubah. Offset pelek yang lebih kecil dan profil ukuran ban yang lebih besar membuat jarak pijak kiri-kanan XL7 ini jadi melar.

Menurut kalkulator NMAA, total biaya yang dihabiskan untuk menyulap XL7 ini jadi lebih garang menelan biaya Rp 107 juta. Biaya ini habis untuk body kit custom berbahan FRP di add-on depan, samping, dan belakang berikut over fender dan rear spoiler sebesar Rp 25 juta. Cat Raptor seharga Rp 30 juta. Untuk aksesori seperti seperti roof box, lampu Hella, konsep livery, pengerjaan undercarriage dan kabin menghabiskan dana Rp 32 jutaan. Terakhir pelek MYTH 07 HSR ring 16 inci senilai Rp 12 juta yang dibungkus karet Geolandar A/T G015 Rp 8 juta.

Paket modifikasi ini memang tidak dijual secara resmi lewat Suzuki. Namun bila konsumen ada yang berminat, kira-kira seperti itulah matematikanya yang dirilis oleh NMAA. Asosiasi modifikasi dan aftermarket tersebut juga siap membantu bila ada konsumen XL7 yang berminat mengubah tampilan mobilnya agar lebih SUV.

Original Article