AMMDES Digimodz #2 Alami Peningkatan Ide dan Kualitas Desain, Berikut Aspek Penilaiannya

AMMDES Digimodz #2 Alami Peningkatan Ide dan Kualitas Desain, Berikut Aspek Penilaiannya

Shared by Drivenhype.com for IIMS

Seleksi karya desain AMMDES Digimodz telah memasuki babak final. Secara kuantitas dan kualitas, alami peningkatan signifikan. Berikut penjabaran aspek penilaiannya untuk mencari yang terbaik.

Drivenhype – Periode pengiriman karya desain modifikasi AMMDES Digimodz yang berlangsung antara 4 hingga 28 September 2020 telah berakhir. Untuk itu dewan juri pada Selasa (29/9/2020) lalu langsung memilih 5 finalis, dari 138 peserta yang mengirimkan karyanya.

Seperti tahun lalu, AMMDES Digimodz kedua tahun ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perindustrian RI selaku inisiator kegiatan, PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) selaku produsen AMMDes, serta National Modificator & Aftermarket Association (NMAA) selaku penyelenggara.

Kompetisi desain AMMDES Digimodz 2 ini bertujuan memberikan wadah bagi para kreator dan desainer muda untuk ikut memberi sumbangsih nyata bagi masyarakat lewat pengajuan ide dan gagasan pengembangan desain untuk kendaraan pedesaan multiguna ini, yang tentunya bermanfaat bagi aktivitas masyarakat desa dan mendukung roda ekonomi pedesaan.

Total partisipan desain modifikasi AMMDES yang masuk hingga akhir periode tercatat 138 peserta. Dari jumlah ini disaring hingga menjadi 65 peserta, yang akhirnya dipilih 5 karya terbaik untuk babak final. Masing-masing peserta mengirimkan 2 karya desain untuk tampilan depan dan belakang AMMDES yang dimodifikasi.

Seperti mengacu pada regulasi, sistem penilaian penjurian mengacu pada dua faktor utama yakni desain dan aplikasi implementasi. Dari dua faktor utama tersebut, diturunkan menjadi 4 aspek penilaian detail yakni Styling Appearance, Ide Aplikasi, Solutif Konsep, dan Ketersesuaian dengan Kebutuhan Pedesaan di Indonesia. Masing-masing faktor penilaian ini memiliki skor 1-5.

Inilah 5 karya desain modifikasi digital unit AMMDES yang masuk babak final

Menurut Andre Mulyadi, selaku Founder NMAA yang juga perwakilan dewan juri AMMDES Digimodz #2 2020, secara kuantitas dan kualitas, penyelenggaraan tahun ini banyak mengalami peningkatan signifikan. Pasalnya, peserta makin memahami sisi regulasi dan trik untuk bisa unggul dibanding kompetitornya.

“Ada beberapa hal yang bisa terlihat bedanya dibandingkan tahun lalu. Desain mereka semakin halus dan detail. Banyak perbedaannya dibanding tahun lalu. Pertama, ada pembaruan di soal ide atau gagasan atas desain yang masuk. Artinya, kini ide tersebut makin meluas dan aplikatif kalau nantinya direalisasikan dalam bentuk wujud aslinya,” jelas Andre.

Kedua, detail desain semakin bagus dan rapi. Jadi, para peserta kini sudah lebih memikirkan agar desainnya bisa serinci mungkin. Misalkan proporsi desain kepala (kabin depan), ketersesuaian kabin dengan bak atau karoseri belakangnya, berbagai peralatan yang disematkan pada AMMDES, aplikasi velg, lampu, dimensi ruangan kabin dan lainnya.

Selanjutnya, sekarang mereka tidak hanya memikirkan desainnya saja, tp juga lebih ke bagaimana aplikasinya nanti kalau diwujudkan. “Bagaimana nanti kalau AMMDES rancangannya tersebut diwujudkan dalam bentuk aslinya. Ada perhitungan matang secara teknis atas berbagai perangkat atau perubahan yg dilakukan pada unit AMMDES tersebut,” urai Andre.

Contoh unit AMMDes Water Tank Disinfektan yang sudah dibuat PT KMWI dalam upaya memerangi wabah virus Covid-19

Keempat, dari aspek ide, ada pengembangan kreasi AMMDES yang tidak hanya untuk kebutuhan masyarakat pedesaan, tapi kini lebih pada kebutuhan dan penggunan yang lebih luas lagi, yang disesuaikan dengan kontur jalan pedesaan. Miisalnya, desain aplikatif unit AMMDES untuk kendaraan taktis atau operasional dari TNI dan Polri. Termasuk sebagai alat mobilitas yang lincah di segala medan untuk wilayah perbatasan yang terpencil.

Mengenai kini adanya desain yang masuk dengan desain modifikasi di luar konteks kebutuhan masyarakat pedesaan, Andre menilai bahwa dalam konteks lomba desain ini, maka pengembangan ide desain AMMDES tentunya tidak ada batasan. “Karena hal tersebut juga membuka eksplorasi maksimal atas apa yang kiranya bisa dikembangkan dari sebuah AMMDES ini,” imbuh Andre.

Namun tentunya semua desain yang masuk dan faktor penilaian dari dewan juri tetap sesuai regulasi lomba Digimodz ini, sekaligus mengacu pada arahan Kemenperin RI dan PT KMWI bahwa, AMMDES itu kendaraan multiguna yang bisa dipakai untuk wilayah pedesaan atau pelosok yang sulit dijangkau alat mobilitas biasa.

Babak final AMMDES Digimodz 2 ini merupakan seleksi akhir untuk mendapatkan 5 finalis yang akan diumumkan pemenangnya di ajang modifikasi virtual Indonesia Modification Expo (IMX 2020) pada 10 Oktober 2020 mendatang.

Original Article