Shared by Dapurpacu.id for IIMS

JAKARTA (DP) – Kemunculan tampilan terkini lini produk andalan Daihatsu, yaitu Grand New Xenia pada medio Januari lalu, seperti memberikan semangat baru bagi PT Astra Daihatsu Motor (ADM) untuk terus berjibaku di segmen pasar paling ‘kejam’ di Indonesia.

Penyegaran yang disebut-sebut hanya merupakan facelift memang tertera jelas di depan mata, mulai dari tampilan depan, bagian samping hingga pada buritan, dengan beragam aksen yang membuat sosoknya kini lebih ‘berwibawa’ ketimbang model sebelumnya.

Meski begitu, kepercayaan diri Daihatsu begitu kuat pada performa produk andalannya tersebut, untuk bisa menggapai masa kejayaan Xenia seperti saat mobil ini meluncur ke pasar Indonesia tahun 2003 silam.

Tampilan teranyar yang disuguhkan Grand New Xenia memang berhasil mengamuflase apa yang menjadi keunggulan ‘sejati’ dari mobil ini. Tidak tampak di mata namun bakal Anda rasakan begitu berada di balik kemudinya.

Head Product & Department Marketing Product Planning Division PT ADM, Priyo Wisaksono, menjabarkan setidaknya ada lima ubahan palign signifikan yang membuat Grand New Xenia ini tak lagi sekadar rombakan kosmetik belaka. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Kabin Lebih Senyap

Pada sektor ini, kata Priyo, menjadi fokus utama para insinyur Daihatsu guna menciptakan kenyamanan seluruh penumpang saat di perjalanan. Dia menjelaskan ada penambahan peredam pada bagian tertentu.

“Penambahan peredam kami sematkan pada bagian firewall yang menuju ruang mesin, di bagian lantai atau bawahnya kami tambahkan peredam. Sementara karet-karet pintu tidak kami tambahkan, sama seperti model sebelumnya,” kata Priyo.

Menurutnya, dengan adanya penambahan ketebalan peredaman tersebut, unsur kesenyapan pada kabin untuk seluruh penghuni makin tercipta.

2. Setir Menyesuaikan Kecepatan Mobil

Lingkar kemudi menjadi faktor kedua dalam pengembangan Grand New Xenia untuk memberikan rasa enjoy kala membesutnya di jalan. Kini, rasa setir Xenia terbaru ini bisa menyesuaikan sesuai laju kecepatan mobil.

Namun, Priyo mengutarakan bahwa pengembangan yang dilakukan tidak dengan menyematkan fitur adaptive steering seperti yang ditanamkan di mobil-mobil mewah pada umumnya.

“Untuk power steering, telah dipasangkan fitur EPS (Electronic Power Steering) biasa, dan untuk Grand New Xenia telah kita lakukan sedikit adjustment,” jelas Priyo.

“Kalau kecepatan rendah akan lebih ringan supaya pas manuver atau saat memarkir mobil akan lebih mudah. Sementara kala dipacu dalam kecepatan agak tinggi, setir akan terasa lebih stabil supaya enggak gampang oleng,” tambah Priyo lagi.

3. Revisi Struktur Rangka Bodi

Langkah pengembangan selanjutnya yang dilakukan para insinyur Daihatsu berupa revisi pada struktur bodi, yang diklaim mampu meminimalisir gejala bodi roll. Disebutkan Priyo ada penambahan komponen agar stabilitas dan kerigidan bodi tetap terjaga.

“Kami tambahkan sedikit bodi reinforcement di bagian underbody, agar ketika melakukan manuver itu bodi roll-nya berkurang dan jadi lebih stabil,” papar Priyo.

4. Revisi Suspensi

Gejala ‘mentul-mentul’ memang telah menjadi penyakit lama bagi Xenia. Posturnya yang tinggi memang menciptakan gejala tersebut, terlebih kala melibas permukaan jalan yang tidak rata.

Untuk itu, lanjut Priyo, baik suspensi depan maupun belakang telah diubah profilnya agar terjadi keseimbangan antara keras dan empuk. Menurutnya, suspensi diatur lagi sedemikian rupa agar kestabilan dan kenyamanannya bisa terasa dalam waktu yang bersamaan.

“Kita atur ulang antara pegas dengan absorber. Kalau terlalu keras jelas gak nyaman tapi stabil, sementara kalo terlalu empuk jelas enggak stabil. Makanya kami buat kompensasi antara kedua ini supaya secara stabilnya cukup dan nyamannya juga dapat, jadi bisa dibilang racikannya sama,” katanya lagi.

5. Penggunaan Velg Aluminium di Semua Varian

Kini, untuk seluruh varian Grand New Xenia telah dipasangkan pelek dengan material yang lebih ‘wah’ ketimbang sebelumnya. Selain itu, disematkan pula spion yang juga terpasang pada Terios generasi kedua, yang dirilis akhir 2017 lalu.

Untuk penggunaan velg alloy (aluminium) telah terpasang mulai dari trim terendah sampai yang tertinggi. Kalau sebelumnya, velg alloy sama bisa ditemui untuk varian tertinggi saja, sementara tipe terendah memakai velg kaleng.

“Penggunaan velg kaleng sudah tidak bakal lagi ditemui pada Grand New Xenia, seluruh varian sudah menggunakan model alloy. Kalau spion itu memang benar common parts dengan Terios (terbaru),” tutup Priyo. [dp/MTH]