Update SPK IIMS 2016, Terjual 11.275 Unit Kendaraan dengan Total Transaksi Rp 3 Triliun

  21 Apr 2016       News Release       Dyandra Promosindo

Sehari setelah penutupan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 pada Minggu (17/4), Dyandra Promosindo selaku pemilik event merilis data transaksi selama 11 hari pamaren dengan angka total Rp 2.271.438.960.000.

Jakarta, 21 April  2016 – Sehari setelah penutupan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 pada Minggu (17/4), Dyandra Promosindo selaku pemilik event merilis data transaksi selama 11 hari pamaren dengan angka total Rp 2.271.438.960.000. Total penjualan kendaraan bermotor disebutkan sebanyak  8.704 kendaraan, terdiri dari  8.156 unit kendaraan roda empat dan 548 sepeda motor.

Telah disebutkan saat closing ceremony, jumlah SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) ini masih belum final. Mengingat masih ada beberapa APM yang masih memerlukan waktu untuk verifikasi data SPK ke masing-masing dealernya. Setelah 3 hari berlalu, Pihak Dyandra mengupdate angka tersebut pada Rabu (20/4) setelah mendapatkan seluruh SPK dari 50-an brand kendaraan yang manggung di IIMS 2016. 

Setelah direkapitulasi ulang, total angka penjualan kendaraan 11.275 SPK. Terdiri dari roda empat 10.559 unit, sementara total penjualan sepeda motor juga berubah menjadi 716 unit. Angka ini sebatas penjualan mobil dan motor, dan membuat nominal transaksi pun menjadi Rp 3.064.835.860.000.

“Itu data final. Mari hitung, dari dua APM Toyota dan Honda, sudah berada di angka 7.947 unit. Belum lagi APM lainnya,” ujar Direktur Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh sembari memperlihatkan rincian SPK yang disampaikan masing-masing APM.

Ia menegaskan, perubahan angka hanya terjadi pada total penjualan mobil dan motor dan otomatis berpengaruh pada angka total transaksi. Total pengunjung IIMS 2016, tak berubah dari angka 454.178 pengunjung. 

“Ini satu lagi contoh soal blessing in disguise pada penyelenggaraan IIMS 2016 kali ini. Kami sesungguhnya sudah sangat bahagia dan bersyukur dengan angka-angka yang sebelumnya dirilis. Tapi, fakta yang kemudian terjadi justru meninggikan kebahagiaan itu meskipun melalui sebuah proses updating,” papar Hendra. 


----